“Aku akan membuatmu menggila,” bisik Lucien dengan bibir masih menempel di sudut bibirku. Satu tangannya menahan pinggulku agar tubuh kami tetap merapat, sementara tangan lainnya yang sebelumnya menahan tengkukku, bergerak turun di sepanjang garis punggungku. Menciptakan gelenyar yang menyebar ke seluruh tubuhku.Membuatku kebingungan, tersesat, atau kehilangan pijakan dan hanya Lucien satu-satunya pegangan yang bisa kuraih. Aku tidak bisa menentukan salah satu di antara ketiganya.“Hatimu mungkin menginginkannya. Percikan perasaan sentimentil itu akan membuatmu berbunga-bunga dan tidak berhenti memikirkannya.” Suara Lucien rendah, nyaris seperti racun. Yang ditegukkan ke tenggorokanku secara perlahan. “Tetapi tubuhmu, sepenuhnya berada di kendaliku. Memenuhi pikiranmu lebih banyak daripada yang bisa dilakukan olehnya.”Napas hangatnya menyentuh kulit leherku. Tetapi terasa membakar seluruh tubuhku.“Kita akan lihat, seberapa tahan kau dengan kebingunganmu. Satu hal yang pasti, akulah
Read more