Mag-log inDendam membawaku pada musuh bebuyutan keluargaku, Lucien Blackstone. Bersama-sama kedua kami akan menguasai dua kerajaan bisnis yang menguasai pasar global. Hingga aku menyadari, rasa haus Lucien tidak bisa dituntaskan dengan mudah, membawaku menuju tempat yang lebih buruk dan memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Namun Lucien tidak membiarkanku pergi begitu saja. Tidak akan pernah.
view moreLucien berjalan masuk seolah tidak ada yang terjadi. Penuh kepercayaan diri dan tak tersentuh seperti biasanya. Jas hitamnya tampak rapi. Serapi rambutnya yang sedikit panjang dan disisir ke belakang. Wajahnya tenang. Terlalu tenang seperti biasa. Aku berdiri dan berputar menyambut kedatangannya. Baru mnenyadari buket bunga yang ada di tangan kanannya. Bunga mawar merah dan hitam, tergenggam rapi membuatku terpanah. Kedua wanira itu berpadu dengan indah.“Sepertinya,” katanya pelan, “aku datang di waktu yang sangat tepat.”Tanganku mengambil buket tersebut dan tersenyum lebar ketika membaca kertas kecil yang ditulis tangan oleh Lucien sendiri. ‘Selamat untuk langkah barumu. Suamimu.’Hidungku tidak bisa menolah keinginan untuk sedikit menunduk dan mencium aroma bunga tersebut. Harumnya lembut dan kuat di saat bersamaan. Mawar hitam? Keningku mengernyit, bertanya apa artinya. Namun aku tetap mengucapkan, “Terima kasih.”Lucien membalas dengan senyum tipis dan tatapan hangatnya. Barula
Begitu kami melangkah masuk, tepuk tangan menyambutku dengan meriah.Aku menampilkan senyum terbaik yang bisa kutampilkan.Ruangan itu dipenuhi wajah-wajah yang sudah terlalu akrab kulihat dalam rapat, terlalu sering memberiku tekanan dalam bentuk senyum formal dan keputusan-keputusan yang dibungkus sopan santun. Atau terkadang meremehkan karena aku masih terlalu muda untuk ikut campur urusan perusahaan. Satu-satunya keistimewaan yang tidak mereka miliki, karena aku seorang Blackwood .Para dewan direksi yang sebagiaan adalah pemegang saham, juga ada beberapa mitra bisnis lama keluarga Blackstone.Dan hari ini, untuk pertama kalinya, aku berdiri di hadapan mereka bukan sebagai seseorang yang sekadar diperkenalkan sebagai penerus. Atau sebagai anak ingusan yang diragukan kemampuannya. Tetapi sebagai Executive Director Blackwood Group.Tidak lebih tinggi dari Lukas, tetapi cukup untuk mengambil keputusan penting perusahaan. Sekaligus menentukan ke mana arah perusahaan. Lukas pun susah m
“Aku akan membuatmu menggila,” bisik Lucien dengan bibir masih menempel di sudut bibirku. Satu tangannya menahan pinggulku agar tubuh kami tetap merapat, sementara tangan lainnya yang sebelumnya menahan tengkukku, bergerak turun di sepanjang garis punggungku. Menciptakan gelenyar yang menyebar ke seluruh tubuhku.Membuatku kebingungan, tersesat, atau kehilangan pijakan dan hanya Lucien satu-satunya pegangan yang bisa kuraih. Aku tidak bisa menentukan salah satu di antara ketiganya.“Hatimu mungkin menginginkannya. Percikan perasaan sentimentil itu akan membuatmu berbunga-bunga dan tidak berhenti memikirkannya.” Suara Lucien rendah, nyaris seperti racun. Yang ditegukkan ke tenggorokanku secara perlahan. “Tetapi tubuhmu, sepenuhnya berada di kendaliku. Memenuhi pikiranmu lebih banyak daripada yang bisa dilakukan olehnya.”Napas hangatnya menyentuh kulit leherku. Tetapi terasa membakar seluruh tubuhku.“Kita akan lihat, seberapa tahan kau dengan kebingunganmu. Satu hal yang pasti, akulah
“Tanganmu masih terluka, Lucien. Tetap di tempatmu.”“Tanganku yang terluka, bukan kakiku.” Lucien bersikeras menurunkan kedua kakinya dan berjalan mengambil ponselnya yang kuletakkan di meja.Aku pun mengambil kemeja penuh noda darah yang tergeletak di lantai ke dalam kantong plastik. Mengambil baju bersih yang baru saja diantar perawat dan mendekati pria itu. “Luck, apa dia sudah tertangkap?” Jawaban dari seberang tampaknya sangat mengecewakan melihat geraman tertahan Lucien. “Temukan secepatnya. Kau tahu aku tidak pernah membatasi sumber dayaku untuk mendapatkan kepalanya. Sebaiknya dalam satu jam. Dalam keadaan hidup atau mati.”“Lucien,” panggilku dengan hati-hati saat pria itu menurunkan ponsel dan genggaman tangannya menggebrak meja di depannya. “Dia adikmu.”“Adik?” dengkus Lucien, menoleh dengan cepat.“Keponakanmu.”“Keponakan yang berusaha membunuhku.” Tatapan tajamnya langsung menusukku. Aku tak mungkin lupa tatapan beringas Daniel saat akan menusukkan pisau tajam itu ke
Emmit Blackstone tak punya pilihan untuk mengakui keberadaanku. Meja makan besar sudah dipenuhi semua anggota keluarga Blackstone. “Dia tidak seharusnya ada di sini.” River langsung menemukan keberadaanku di samping Lucien. “Ayah sudah memberi persetujuan.” Lucien melirik Emmit yang duduk di sebe
“Aku yang akan menangani proyeknya.”“Ayahmu cukup berpengaruh di antara para elit, Lucien. Kau tidak bisa …”“Mereka hanya memikirkan keuntungan dan aku akan memberikan mereka lebih dari yang didapatkan darinya.”Aku menutup pintu dan suara perdebatan yang diselimuti ketegangan tersebut menyambutk
“Wanita gila!” teriak Nick yang ditahan kedua anak buah Lucien.Aku melangkah mundur, menatap kobaran api yang mulai meninggi. Melahap apa pun yang tersentuh.“Tasku, bajuku, sepatuku, perhiasanku,” ratap Grace. Air matanya jatuh berhamburan di wajahnya. Rambut berantakan wanita itu menempel di pip
Aku tidak bisa menemukan foto ibu kandung Lucien di mana pun. Di rumah utama Blackstone maupun di rumah Lucien. Bahkan tidak mendapatkan namanya.“Mungkinkah beliau anak dari kakak Emmit Blackstone yang sudah meninggal.”“Emmit punya seorang kakak?”Kael mengangguk. “Meninggal dalam kecelakaan pesa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore