MasukDendam membawaku pada musuh bebuyutan keluargaku, Lucien Blackstone. Bersama-sama kedua kami akan menguasai dua kerajaan bisnis yang menguasai pasar global. Hingga aku menyadari, rasa haus Lucien tidak bisa dituntaskan dengan mudah, membawaku menuju tempat yang lebih buruk dan memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Namun Lucien tidak membiarkanku pergi begitu saja. Tidak akan pernah.
Lihat lebih banyak“Aku akan membuatmu menggila,” bisik Lucien dengan bibir masih menempel di sudut bibirku. Satu tangannya menahan pinggulku agar tubuh kami tetap merapat, sementara tangan lainnya yang sebelumnya menahan tengkukku, bergerak turun di sepanjang garis punggungku. Menciptakan gelenyar yang menyebar ke seluruh tubuhku.Membuatku kebingungan, tersesat, atau kehilangan pijakan dan hanya Lucien satu-satunya pegangan yang bisa kuraih. Aku tidak bisa menentukan salah satu di antara ketiganya.“Hatimu mungkin menginginkannya. Percikan perasaan sentimentil itu akan membuatmu berbunga-bunga dan tidak berhenti memikirkannya.” Suara Lucien rendah, nyaris seperti racun. Yang ditegukkan ke tenggorokanku secara perlahan. “Tetapi tubuhmu, sepenuhnya berada di kendaliku. Memenuhi pikiranmu lebih banyak daripada yang bisa dilakukan olehnya.”Napas hangatnya menyentuh kulit leherku. Tetapi terasa membakar seluruh tubuhku.“Kita akan lihat, seberapa tahan kau dengan kebingunganmu. Satu hal yang pasti, akulah
“Tanganmu masih terluka, Lucien. Tetap di tempatmu.”“Tanganku yang terluka, bukan kakiku.” Lucien bersikeras menurunkan kedua kakinya dan berjalan mengambil ponselnya yang kuletakkan di meja.Aku pun mengambil kemeja penuh noda darah yang tergeletak di lantai ke dalam kantong plastik. Mengambil baju bersih yang baru saja diantar perawat dan mendekati pria itu. “Luck, apa dia sudah tertangkap?” Jawaban dari seberang tampaknya sangat mengecewakan melihat geraman tertahan Lucien. “Temukan secepatnya. Kau tahu aku tidak pernah membatasi sumber dayaku untuk mendapatkan kepalanya. Sebaiknya dalam satu jam. Dalam keadaan hidup atau mati.”“Lucien,” panggilku dengan hati-hati saat pria itu menurunkan ponsel dan genggaman tangannya menggebrak meja di depannya. “Dia adikmu.”“Adik?” dengkus Lucien, menoleh dengan cepat.“Keponakanmu.”“Keponakan yang berusaha membunuhku.” Tatapan tajamnya langsung menusukku. Aku tak mungkin lupa tatapan beringas Daniel saat akan menusukkan pisau tajam itu ke
“Merindukanku, Lucy?”Penampilan Daniel jauh dari kata baik-baik saja. Rambut bergelombang pria itu tampak awut-awutan. Membingkai wajahnya yang ditumbuhi kumis dan jenggot. “Bagaimana kabarmu?”“Apakah aku terlihat baik?”“Kau masih hidup. Jauh lebih dari dari ibuku. Tapi ngomong-ngomong dengan kabar, kau tak pernah tahu kalau keberadaanmu tidak pernah diharapkan, ya?”Daniel menggeram. “Aku akan membuatmu lebih buruk dari ini.” Pandangan Daniel beralih padaku. “Semua ini juga karena Blackwood pembawa sial itu. Sejak dia masuk dengan lancang ke Blackstone, semua hal tidak berjalan dengan lancar.”“Semua hal berjalan seperti seharusnya. Cepat atau lambat, bau busukmu tetap akan tercium juga. Jangan menyalahkan hidung orang lain kalau kau tidak becus menyembunyikan kebusukanmu.”“Kau tak paham artinya keluarga dibatas segalanya. Motto keluarga Blackstone.”“Seingatku, pengkhianatan tidak dibayar murah. Itulah sebabnya aku selalu mengingatkanmu, Danny kecil. Tetap gunakan otakmu.”Dani
Ini bukan pertama kalinya aku ke gedung Blackstone, tetapi ini pertama kalinya aku datang ke ruangan paling tinggi di gedung ini. Yang dikuasain Lucien dalam satu lantai penuh. Bahkan ada ruangan khusus untuk asisten pribadi Lucien, seluas ruangn kerjaku saat ini.Begitu keluar dari lift, lukisan-lukisan perhiasan koleksi Blackstone dipajang di sepanjang koridor. Yang keindahannya masih saja membuatku terpukau.Pintu kaca di depanku terbuka dan seorang pria paruh baya melangkah keluar. Saat aku kembali membuka pintu ruangan Lucien, pria itu langsung mengangkat kepalanya, terkejut dengan kedatanganku.“Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu. Aku …” Kalimatku sempat terhenti. “Membutuhkanmu. Lukas baru saja …” Kalimatku kembali terjeda, kali ini oleh dering ponsel Lucien. Lucien hanya melirik sekilas benda pipih tersebut.“Morris membuat masalah lagi?”Aku mengangguk pelan. Aku selalu yakin Lucien akan membantuku, tetapi kali ini. Dari tatapannya, menciptakan keraguan di dadaku. “J
Emmit Blackstone tak punya pilihan untuk mengakui keberadaanku. Meja makan besar sudah dipenuhi semua anggota keluarga Blackstone. “Dia tidak seharusnya ada di sini.” River langsung menemukan keberadaanku di samping Lucien. “Ayah sudah memberi persetujuan.” Lucien melirik Emmit yang duduk di sebe
“Aku yang akan menangani proyeknya.”“Ayahmu cukup berpengaruh di antara para elit, Lucien. Kau tidak bisa …”“Mereka hanya memikirkan keuntungan dan aku akan memberikan mereka lebih dari yang didapatkan darinya.”Aku menutup pintu dan suara perdebatan yang diselimuti ketegangan tersebut menyambutk
“Wanita gila!” teriak Nick yang ditahan kedua anak buah Lucien.Aku melangkah mundur, menatap kobaran api yang mulai meninggi. Melahap apa pun yang tersentuh.“Tasku, bajuku, sepatuku, perhiasanku,” ratap Grace. Air matanya jatuh berhamburan di wajahnya. Rambut berantakan wanita itu menempel di pip
Aku tidak bisa menemukan foto ibu kandung Lucien di mana pun. Di rumah utama Blackstone maupun di rumah Lucien. Bahkan tidak mendapatkan namanya.“Mungkinkah beliau anak dari kakak Emmit Blackstone yang sudah meninggal.”“Emmit punya seorang kakak?”Kael mengangguk. “Meninggal dalam kecelakaan pesa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak