LOGINDendam membawaku pada musuh bebuyutan keluargaku, Lucien Blackstone. Bersama-sama kedua kami akan menguasai dua kerajaan bisnis yang menguasai pasar global. Hingga aku menyadari, rasa haus Lucien tidak bisa dituntaskan dengan mudah, membawaku menuju tempat yang lebih buruk dan memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Namun Lucien tidak membiarkanku pergi begitu saja. Tidak akan pernah.
View MoreSiang itu, Kael benar-benar datang ke ruanganku. Aku tak menyangkal untuk sikap khususku terhadapnya. Tetapi jelas hanya Kael satu-satunya yang paling bisa kupercaya dan kuandalkan dalam urusan perusahaan. Ataupun secara pribadi.“Kau tidak memberiku surat pengunduran diri, jadi … mungkin kita bisa memotong cuti tahunanmu.”Kael mengangguk setuju.“Kau kembali hanya karena mendengar kabar tentang Daniel?”“Kau tidak bisa meremehkan hal ini, Lilith.” Kael berhenti tiba-tiba. “Saya …”“Aku lebih nyaman kau bicara seperti ini. Lanjutkan. Tetapi sebaiknya kau mengatakan hal yang tidak sama dengan Lucien. Tentang aku yang akan menjadi kelemahannya dan target dari musuh-musuhnya.”“Kau tak memahami betapa seriusnya ancaman ini.”“Aku seorang Blackwood. Sejak aku lahir, aku sudah menjadi target siapa pun yang tidak menyukai Blackwood. Karena ayahku atau kakekku.”Kael diam.“Dan sekarang Lucien. Aku memahami kewaspadaan Lucien ataupun kecemasanmu. Sekarang aku memahaminya. Tapi itu bukan ses
POV Lilith‘Mungkin kau tidak benar-benar tahu apa yang kau inginkan, Lilith.’Kalimat Lucien terasa menusuk tepat di dadaku. Tepat seperti yang pria itu harapkan. “Mungkin aku tidak, tetapi sebagai seorang ibu. Aku tahu apa yang kuinginkan.” Aku menoleh dan langkah Lucien membeku di ambang pintu. “Dan kalaupun ibumu diberi pilihan, seribu kali pun dia akan tetap memilih melahirkanmu. Tidak peduli sebanyak dan setajam apa duri yang ada di jalannya.”Aku menatap punggung Lucien yang masih berdiri membeku di sana. Cukup lama hingga kemudian pria itu benar-benar menghilang dari pandanganku.Luka yang tersimpan rapat dari Lucien kecil, tidak pernah hilang hingga detik ini. Aku tidak bisa membayangkan sebanyak apa kesedihan yang sudah harus ditanggung Lucien kecil. Tidak pernah diberi kesempatan untuk menjadi anak-anak seperti seharusnya.Sejak ayah dan ibuku meninggal, aku tidak pernah kekurangan kasih sayang dari kakek. Hidupku diselimuti kebahagiaan. Cukup untuk membuatku lupa bahwa ke
POV Lucien“Malam itu hujan turun deras.” Suaraku keluar begitu saja. “Aku berdiri di depan pintu kamar. Pertengkaran mereka terlalu keras hingga tidak ada yang menyadari keberadaanku. Vas bunga pecah, kaca cermin berhamburan di lantai dan darah yang memenuhi kemejanya.”Pandanganku masih terpaku pada pagar balkon ruangan ini. Nyaris menyerupai pagar di kediaman utama Blackstone. Dengan warna yang berbeda. Jika warnanya putih seperti itu, darah ibu pasti terlihat sangat jelas. Dan Emmit perlu mengecatnya untuk menyamarkan semua warna merahnya.Ingatan itu masuh terlihat jelas di mataku. Aku tidak pernah benar-benar melupakan suara itu. Bahkan suara jantungku yang berdegup kencang.‘Seperti dia, aku tidak butuh anak yang bukan milikku. Dia adalah pembawa sial. Terlihat jelas di matanya, dia akan menghancurkan hidupku.’‘Lucien seorang Blackstone, Emmit. Milikmu, lihat matanya.’‘Dia terlalu sempurna.’‘Dia mirip denganku.’Emmit mendengkus. ‘Kau bilang seorang Blackstone? Dengan siapa
“Hmm, ya.” Aku mengalihkan pandangan. Aku merasa harus segera mengakhiri apa pun yang mulai bergetar di dalam hatiku. “Terima kasih.”Kael menarik tubuhnya, dengan kaku. Aku melemparkan seulas senyum yang terasa kaku di wajahku. “Terima kasih, aku pergi dulu.”Kakiku menekan pedal gas, meninggalkan Kael yang masih bergeming di tempat pria itu hingga mobilku berbelok di gerbang tinggi.Aku menghentikan mobil; di tepi jalan. Menenangkan napas yang tidak teratur. Apa yang terjadi? Kenapa jadi seperti ini?Tidak. Aku tidak memandang Kael seperti itu.Tepatnya seperti apa?Aku menarik napas panjang. Menjawab dengan suara yang tenang dan pikiran yang mulai jernih. “Tidak seperti apa-apa. Dia sudah seperti sahabat dan saudara yang sedarah. Hanya seperti itu.”Aku mulai melajukan kembali mobilku saat melihat mobil Lucien yang berhenti di seberang jalan. Pria itu berdiri di depan mobil yang kapnya terbuka. Tangannya memegang ponsel yang menempel di telinga. Sepertinya ada masalah dengan mobil
Emmit Blackstone tak punya pilihan untuk mengakui keberadaanku. Meja makan besar sudah dipenuhi semua anggota keluarga Blackstone. “Dia tidak seharusnya ada di sini.” River langsung menemukan keberadaanku di samping Lucien. “Ayah sudah memberi persetujuan.” Lucien melirik Emmit yang duduk di sebe
“Aku yang akan menangani proyeknya.”“Ayahmu cukup berpengaruh di antara para elit, Lucien. Kau tidak bisa …”“Mereka hanya memikirkan keuntungan dan aku akan memberikan mereka lebih dari yang didapatkan darinya.”Aku menutup pintu dan suara perdebatan yang diselimuti ketegangan tersebut menyambutk
“Wanita gila!” teriak Nick yang ditahan kedua anak buah Lucien.Aku melangkah mundur, menatap kobaran api yang mulai meninggi. Melahap apa pun yang tersentuh.“Tasku, bajuku, sepatuku, perhiasanku,” ratap Grace. Air matanya jatuh berhamburan di wajahnya. Rambut berantakan wanita itu menempel di pip
Aku tidak bisa menemukan foto ibu kandung Lucien di mana pun. Di rumah utama Blackstone maupun di rumah Lucien. Bahkan tidak mendapatkan namanya.“Mungkinkah beliau anak dari kakak Emmit Blackstone yang sudah meninggal.”“Emmit punya seorang kakak?”Kael mengangguk. “Meninggal dalam kecelakaan pesa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore