ログインDendam membawaku pada musuh bebuyutan keluargaku, Lucien Blackstone. Bersama-sama kedua kami akan menguasai dua kerajaan bisnis yang menguasai pasar global. Hingga aku menyadari, rasa haus Lucien tidak bisa dituntaskan dengan mudah, membawaku menuju tempat yang lebih buruk dan memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Namun Lucien tidak membiarkanku pergi begitu saja. Tidak akan pernah.
もっと見るSejenak aku melihat Lucien yang masih terpaku di tempat pria itu kutinggalkan, sebelum aku benar-benar menghilang dari pandangannya dan masuk ke dalam lift. Pintu lift tertutup perlahan. Namun, tatapan birunya masih melekat di kepalaku. “Keadaan River semakin memburuk. Itulah sebabnya masalah ini tidak perlu dibicarakan di depan Lucien,” ucap Kael begitu pintu lift menutup sempurna. Aku menoleh kepadanya. Perutku terasa melilit. Sebenci dan semarah apa pun Lucien pada River, pria tua itu tetap ayah kandungnya. “Apa separah itu?” Kael menghela napas. Sedikit berat dan aku mengangguk paham. “Aku yakin dia tidak akan bertahan untuk waktu yang lama.” Aku terdiam cukup lama. Tidak tahu harus mengatakan apa. Lucien mungkin membenci River karena semua yang telah dilakukan pria itu pada keluarganya. Terutama setelah mengetahui bahwa River adalah ayah kandungnya dan orang yang selama ini menjadi bagian dari luka terbesar dalam hidupnya. Tetapi kematian tetaplah kematian. Jika Ri
Aku menurunkan ponselku dan menekan tombol merah. Mempertahankan pandangan kami yang saling mengunci. “Aku tak ingin mengakuinya, tapi sepertinya …” “Jangan katakan apa pun.” Kata-kata itu meluncur begitu saja. Penuh keyakinan dan memang itulah yang harus kuucapkan. Untuk apa pun yang akan dikatakan Lucien. Lucien mendengkus. Berjalan masuk dan berhenti di belakang sofa panjang. Menyandarkan tubuhnya di sana dengan kedua lengan tersilang di depan dada. Posisinya menghadapku, sehingga jarak di antara kami membuatku bisa melihat dengan jelas seluruh permukaan wajahnya. Aku hampir tidak pernah bisa membaca dengan baik ekspresi Lucien. Bahkan beberapa saat yang lalu. Tidak pernah, sampai saat ini. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum mencemooh karena aku punya keberanian untuk memerintahnya. “Kau bilang apa?” “Aku tahu apa yang akan kau katakan, tapi aku tidak akan mendengarnya.” “Kau pikir itu akan menghentikanku untuk mengatakannya?” “Dan kau pikir aku akan mendengarn
“Lepaskan dia.” Kedua tangan Lucien mengepal di sisi tubuhnya. Napasku tercekik oleh tekanan lengan Emmit yang semakin mengencang. Menyeret tubuhku mundur.“Atau apa anak sialan?” Emmit menjambak rambutku hingga wajahku terdongak. “Blackwood. Blackstone. River. Lucien.” Pria itu tertawa, kali ini lebih menyeramkan. “Dan sekarang kau membawa anak itu ke dunia seolah semua ini layak diwariskan? Anak ini sama sialannya denganmu.”“Sekali kau menyentuhnya, aku akan membuatmu membayar mahal …” Ada jeda sejenak. Bibir Lucien tak bergerak saat menyebut Emmit dengan panggilan. “Kakak?”“Lepaskan aku!” Aku berusaha meronta. Tetapi Emmit jelas lebih kuat dan badannya lebih besar dariku. Menarikku ke arah balkon kecil di sisi ruang rawat. Lucien sudah akan menerjang ke arah kami, tetapi seketika terhenti saat Emmit berhasil memungut pisau di lantai dan menempelkannya di leherku.Tubuhnya yang tampak menegang, berhenti diujung ranjang River. Emmit membuka pintu kaca dan jantungku terasa akan mel
“Emmit bicara dengan Daniel?” Aku mengulang pertanyaanku dan kali ini dengan nada yang sedikit mendesak.“Kalaupun ayahku bicara dengan Daniel, apa urusannya denganmu, Blackwood?”Kepalaku menggeleng pelan. Ponsel dalam genggamanku berdering, bersamaan dengan dering ponsel di tangan Sophia. Sophia langsung menjawab panggilan tersebut.Aku mengamati perubahan wajah Sophia, yang kini sepucat Amy. “Apa maksudmu suamiku kabur?”“Apa?” Amy membelalak.Sophia turun dari tepi ranjang. “Jangan berbohong. Bagaimana mungkin orang bisa memalsukan serangan jantungnya? Suamiku memang …” Kalimat Sophia terhenti dan aku melihat tangannya yang gemetar. “Aku tidak tahu apa pun tentang rencana ini, Freya.”Sophia kembali mendengarkan sejenak. Lalu mengakhiri panggilan. “Aku akan ke sana sekarang dan bicara dengan petugas yang menjaganya.”“Ada apa?” Amy turun dari ranjang pasien. Setengah terhuyung dan berpegangan pada tiang infus. “Ayah kabur?”Sophia mengangguk. Memegang pundak Amy. “Kembali ke tempa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビューもっと