Malam semakin larut, namun Francesco tidak segera beranjak. Setelah ketegangan di kaki Belladonna mereda, pria itu meletakkan kembali kaki wanita itu dengan perlahan. Dia bangkit berdiri, merapikan sedikit kemejanya, lalu bersandar pada pagar balkon, menatap kegelapan laut yang memisahkan mereka dengan Sicily."Istirahatlah," ucap Francesco tanpa menoleh. "Besok akan menjadi hari yang lebih panjang jika kau bersikeras menambah porsi pangganganmu."Belladonna memperhatikan siluet punggung Francesco. "Kau tahu, Francesco, beberapa bulan belakangani tidak pernah sekalipun aku merasa memiliki kendali atas hidupku sendiri. Bahkan di dapurku sendiri, aku selalu merasa diawasi. Tapi hari ini, di La Farina aku merasa bebas."Francesco menoleh sedikit, sudut bibirnya terangkat tipis. "Kebebasan adalah hak setiap orang. Dan kau pantas mendapatkannya. Aku senang kau menemukannya kembali di toko itu."Keesokan paginya, suasana di La Farina terasa jauh lebih hidup. Sejak toko dibuka pukul dela
Last Updated : 2026-03-09 Read more