ログインSetelah mengalami kecelakaan tragis, Allegra kehilangan ingatan dan tidak mampu mengingat apa pun termasuk siapa dirinya, bagaimana asalnya dan siapa namanya. Lalu, seorang pria bernama Lorenzo mengaku sebagai suaminya. Lorenzo merawatnya, memberikan kelembutan, kemewahan, cinta dan kasih sayang, serta memperlakukan Allegra bagaikan seorang ratu, sampai Allegra benar-benar jatuh cinta dan memberikan seluruh hatinya pada pria itu. Di saat Allegra tidak mampu lagi berpaling, sebuah kejadian mengembalikan memorinya, membuat Allegra kembali mengingat segalanya, termasuk Lorenzo. Allegra sangat terpukul dan shock berat saat mengetahuinya. Siapakah Lorenzo sebenarnya? Apakah Allegra tetap mempertahankan cintanya pada pria itu? IG Author: Distrakzii
もっと見るHari-hari pertama memulai pekerjaan sebagai petani anggur, Lorenzo tidak tahu cara mengayunkan cangkul dengan benar. Telapak tangannya yang halus langsung melepuh. Cairan bening keluar dari luka-lukanya, namun dia tidak berhenti. Dia merasa malu jika harus mengeluh di depan Allegra yang terlihat lebih tangguh dari dirinya.Setiap gerakan Lorenzo terasa kaku. Saat dia mencoba memperbaiki saluran irigasi, dia malah membuat air meluap dan membasahi celananya hingga berlumpur. Dia seringkali berdiri mematung di tengah barisan pohon anggur yang meranggas, memandangdahan-dahan kering itu seolah-olah mereka adalah musuh yang harus dia taklukkan dengan tatapan mata, padahal mereka hanya butuh sentuhan tangan yang ahli."Sialan," umpatnya pelan saat punggungnya terasa seolah mau patah setelah dua jam mencangkul. Dia terbiasa dengan kelelahan mental akibat perang saraf mafia, bukan kelelahan otot yang membuat napasnya tersengal-sengal seperti ini. Namun, Lorenzo tidak ingin menyerah. Menjadi
Setelah tiga minggu terombang-ambing di kapal kargo, Lorenzo, Allegra, dan Alessandro mendarat di pelabuhan kecil Bahía Blanca, Argentina. Mereka turun tengah malam lalu menyelinap di antara tumpukan kontainer untuk menghindari petugas pelabuhan. Lorenzo tidak punya rumah mewah yang menunggu. Yang dia miliki hanyalah tas kain berisi uang tunai dalam jumlah besar, beberapa bongkah emas, dan batu berlian."Kita tidak punya tempat tujuan, Enzo,” ujar Allegra bingung saat mereka berdiri di pinggir jalan raya yang sepi dan berdebu.Lorenzo menggeleng, matanya terus waspada memindai sekeliling. "Belum. Tapi kita punya uang, dan di negara ini, uang bisa membeli identitas baru dalam semalam."Lorenzo lalu menyewa sebuah mobil tua dan berkendara menuju Barat, menjauhi hiruk-pikuk ibu kota. Lorenzo sengaja memilih provinsi Mendoza yang jaraknya sekitar lima belas jam perjalanan darat dari Buenos Aires, ibu kota Argentina, sebagai pelarian. Bukan karena dia sudah punya properti di sana, tapi k
Hujan turun seperti air mata yang tumpah dari langit saat mobil yang dikendarai Lorenzo membelah jalan. Lorenzo mengebut dengan tatapan waspada sambil mengawasi kalau ada mobil yang mengikuti di belakangnya. Kalau-kalau Matteo berubah pikiran dan berkhianat.Lorenzo memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi menuju pelabuhan peti kemas di Gioia Tauro. Dia menghindari jalan tol utama, dan lebih memilih jalur tikus yang hanya diketahui oleh para penyelundup. "Kenapa kita tidak ke bandara, Enzo?" tanya Allegra dengan suara gemetar sembari memeluk Alessandro yang gelisah dalam tidurnya."Bandara adalah jebakan, Cara. Di sana ada kamera biometrik dan petugas yang bisa dibeli. Di pelabuhan kargo, hanya ada uang dan kesetiaan yang bisa disuap," jawab Lorenzo pendek.Di pelabuhan, Lorenzo menemui kapten kapal. Pria itu pernah dia selamatkan dari eksekusi klan musuh sekitar satu setengah tahun yang lalu. Tanpa paspor, tanpa manifes, Lorenzo menyerahkan jam tangan Patek Philippe seharga ratu
Malam itu, di ruang kerjanya Lorenzo Castellano berdiri mematung. Di atas meja kuno yang telah menjadi saksi bisu ribuan perintah kematian, tergeletak sebuah cincin emas dengan ukiran huruf C, simbol kekuasaan tertinggi klan Castellano.Pintu terbuka. Matteo masuk dengan langkah tegap, namun wajahnya tampak tegang. Dia sudah mencium aroma kegelisahan sejak satu minggu terakhir."Anda memanggil saya, Don?" suara Matteo terdengar."Duduklah, Matteo."Matteo menurut, namun punggungnya tidak menyentuh sandaran kursi. Matanya langsung tertuju pada cincin di atas meja. Jantungnya berdegup kencang. Dalam dunia mereka, cincin yang dilepaskan hanya berarti dua hal, yaitu kematian atau pengkhianatan."Satu minggu ini aku tidak bisa menyentuh putraku," Lorenzo memulai. "Setiap kali aku mendekat, Allegra menatapku seolah aku adalah bangkai yang busuk. Dia memanggilku iblis di depan telinga Alessandro.""Nyonya Allegra sedang emosional, Don. Dia akan luluh seiring berjalannya waktu," sahut M
Belladonna menghabiskan waktunya di penginapan Assunta. Ia memulihkan kekuatannya sambil terus mendekap Alessandro. Bayi laki-laki tampan itu adalah dunianya yang baru. Setiap gerakan kecil jemari Alessandro atau rengekan lembutnya saat haus menjadi satu-satunya alasan bagi Belladonna untuk tetap
Lorenzo melepaskan rentetan tembakan ke arah barisan depan, memaksa Alfonso dan Francesco untuk tetap menunduk di balik perlindungan mereka. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Belladonna. Dia kembali berlari. Dia meloncati tumpukan kursi yang terguling. Kakinya yang tanpa alas kini mulai tera
Francesco membeku. Wajah tampannya yang tadi memancarkan arogansi kini memucat, lalu perlahan berubah menjadi merah padam yang mengerikan. Rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya terlihat jelas. Dia melihat tangannya yang baru saja disentak oleh Belladonna, tangan yang kini terasa kosong da
Fiammetta mematung selama beberapa detik. Matanya terpaku pada sosok wanita yang merintih di lantai. "Fiammetta! Tunggu apa lagi? Cepat bantu aku!" bentakan Assunta menyentak Fiammetta kembali ke realita.Fiammetta segera melangkah maju, tangannya yang dingin gemetar saat ia menyusupkan lenganny
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー