Di dalam kamar yang gelap, Belladonna tersentak untuk kemudian mematung. Jantungnya seolah berhenti berdetak, napasnya tercekat di tenggorokan. Dia berdiri di sisi tempat tidur, mendekap Alessandro yang mulai merengek karena terkejut. Matanya yang melebar menatap tajam ke arah sosok pria yang baru saja mendobrak masuk, yang bayangannya kini memenuhi ambang pintu. Belladonna tidak sekadar terkejut. Dunianya runtuh seketika. Rasanya seperti baru saja dijatuhi hukuman mati. Pria itu... Matteo melangkah masuk. Pistol di tangannya terangkat searah matanya yang menyapu ruangan. Lampu dari luar menyinari wajahnya sesaat. Wajah yang keras, rahang yang terkatup rapat, dan sepasang mata elang yang tidak pernah melupakan target. Belladonna mengenalnya. Sangat mengenalnya. Pria itu bukan sekadar kekasih Fiammetta. Pria itu adalah Matteo. Tangan kanan Lorenzo yang paling dipercaya. Algojo klan Castellano yang tidak memiliki rasa kasihan. "Kau..." Bibir Belladonna bergetar hebat. Dia
Last Updated : 2026-03-31 Read more