Teriakan Dewi begitu keras, sampai-sampai Rendra dengan cepat melihat ke sekitarnya untuk memastikan bahwa tidak ada orang di sana. "Ngapain kamu ke sini? Sudah kubilang, kembali ke kamarmu dan renungi kesalahanmu. Besok, kamu kuantar pulang," kata Rendra dengan kening berkerut, merasa tidak suka. "Kenapa? Biar kamu bisa bebas mengejar si jalang itu?" "Dewi! Jaga mulut kamu!" Tangan kanan Rendra terangkat hendak menampar Dewi, tapi dia tahan. Rahangnya mengeras. "Memang dia jalang kok. Dulu waktu masih sama Putra aja, dia udah selingkuh sama kakak iparnya. Dan sekarang? Malah beneran ninggalin suaminya demi menikah sama kakak iparnya. Apa lagi sebutannya kalau bukan jalang?" PLAK! Baik Dewi maupun Novita terlihat syok. Bedanya, Novita syok karena melihat perempuan tak jelas yang tiba-tiba berkata kasar pada Rendra. Selama mengenal pria itu, Rendra tidak pernah kasar pada perempuan. Pasti perempuan itu sudah keterlaluan. "Kamila jauh lebih baik darimu. Dia menikahi kakak iparnya
Read more