首頁 / Rumah Tangga / Karma Suami Mendua / 113. Rendra Sudah Kalah Sejak Awal

分享

113. Rendra Sudah Kalah Sejak Awal

作者: Alya Feliz
last update publish date: 2026-06-18 19:38:20

"Mas, nanti kamu nggak bisa membeli kebutuhan kamu. Kalau kamu butuh makan di luar gimana? Kalau ada apa-apa di jalan gimana? Aku nggak terbiasa memegang uang sebanyak ini."

Harsa tersenyum mengingat reaksi istrinya yang langsung panik ketika dia menyerahkan semua kartunya. Tidak seperti bayangannya. Dia pikir, Kamila akan langsung bahagia dan berteriak kegirangan karena akhirnya bisa menguasai semua hartanya.

Tapi, wanita itu malah memberinya uang cash 500 ribu sebagai pegangan.

"Kamu nggak
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Karma Suami Mendua    113. Rendra Sudah Kalah Sejak Awal

    "Mas, nanti kamu nggak bisa membeli kebutuhan kamu. Kalau kamu butuh makan di luar gimana? Kalau ada apa-apa di jalan gimana? Aku nggak terbiasa memegang uang sebanyak ini." Harsa tersenyum mengingat reaksi istrinya yang langsung panik ketika dia menyerahkan semua kartunya. Tidak seperti bayangannya. Dia pikir, Kamila akan langsung bahagia dan berteriak kegirangan karena akhirnya bisa menguasai semua hartanya. Tapi, wanita itu malah memberinya uang cash 500 ribu sebagai pegangan. "Kamu nggak takut aku macam-macam jika aku memegang uang?" Harsa tahu, wanita akan trauma setelah diselingkuhi. Setidaknya itu yang dibilang oleh ibunya. Mereka akan berubah menjadi posesif dan melakukan segala cara agar pasangan barunya tidak memegang uang, karena takut akan selingkuh juga. "Kalau kamu mau macam-macam, pastilah sebelum menikah sama aku sudah sering melakukannya karena masih bebas. Seandainya kamu memiliki niat untuk memilih jalan seperti yang dipilih oleh Putra, silahkan. Toh, kamu send

  • Karma Suami Mendua    112. Penghancur Mood

    "Kamila! Lama banget kita nggak ketemu..." Rendra hampir saja memeluk Kamila seperti kebiasaannya ketika kuliah dulu, ketika seseorang menahannya. Baik Kamila maupun Rendra menoleh. Harsa menahan lengan Rendra dengan wajah datar. "Dia istriku. Jangan sembarangan memeluk." Rendra kaget dan langsung menarik kedua tangannya. "Eh? Pak Harsa? Bukannya suami Kamila itu..." Harsa melingkarkan lengannya di pundak Kamila dengan posesif. "Dia istri saya sekarang. Kenapa kamu sembarangan mau memeluk perempuan di tempat umum? Apa kamu terbiasa dengan gaya hidup bebas?" Nada bicara Harsa terdengar dingin, dan Rendra langsung mengusap tengkuknya tanpa sadar. Kamila sendiri meringis mendengar suaminya ternyata bisa sedingin ini. Padahal, biasanya lelaki itu suka bermanja-manja padanya."Eh, ma-maaf Pak. Saya terbiasa memeluk Kamila waktu kuliah dulu karena dia sahabat saya..." "APA?" "Sayang, dia cuma bercanda," jawab Kamila buru-buru sambil mengelus-elus tangan suaminya yang berada di pundak

  • Karma Suami Mendua    111. Pantai Teluk Asmara

    Sejak insiden Delina tiba-tiba dengan lancang masuk ke toko bangunan, Harsa akhirnya pulang setiap jam 11 pagi sampai jam 1 siang. Dia akan makan siang di rumah bersama istri dan anaknya, dan itu membuat Fiona bahagia bukan main. Harsa juga meliburkan tokonya di hari Minggu untuk menikmati waktu bersama keluarganya. Entah itu dengan berjalan-jalan di tempat-tempat wisata dalam kota, atau sesekali keluar kota. Keputusan itu didukung penuh oleh Bu Aminah. Rumah tangga akan semakin harmonis dengan menghabiskan waktu bersama setiap minggu, atau meluangkan waktu selama satu atau dua jam setiap harinya untuk sekedar bercerita. "Terima kasih ya, Dek." "Hmm?" Kamila mengangkat kepalanya dari bahu sang suami untuk melihat wajah pria itu. Sinar matahari tenggelam yang menyoroti wajah Harsa, menambah indah suasana senja di pinggir pantai. Mereka memang sengaja pergi ke pantai Teluk Asmara di Malang untuk melihat sunset, mumpung Fiona liburan sekolah setelah selesai ujian semester. "Kamu me

  • Karma Suami Mendua    110. Harsa Kena Karma

    "Jadi itu alasan kamu mau menikahi aku, Mas?" Entah Kamila harus merasa tersinggung atau tersanjung. Tapi, jujur dia merasa penasaran dengan lelaki seperti Harsa. Kenapa tidak seperti laki-laki lain? Umumnya, mereka pasti akan langsung mau disodori barang gratisan. Apalagi, si perempuan sudah menawarkan diri untuk dijamah tanpa ada ikatan yang sah. "Salah satunya itu." Harsa yang sejak tadi rebahan di pangkuan Kamila, kini menyangga tubuhnya dengan siku. "Alasan lainnya, karena aku menyukai kamu sejak pertama kali Putra membawamu ke rumah ibu setelah menikah. Mungkin aku kena karma." Pria itu kembali meletakkan kepalanya di pangkuan Kamila, lalu menghadapkan wajahnya ke perut Kamila. Mencari tempat yang nyaman. "Tapi kamu nggak pernah berusaha untuk menggoda aku seperti Sulastri dan Delina, Mas. Jelas beda." Tentu saja Kamila tidak setuju, meskipun intinya hampir sama. Sama-sama menyukai pasangan milik saudaranya sendiri. "Aku pernah ingin menjauh dari kamu. Rasanya aku hampir gi

  • Karma Suami Mendua    109. Masa Lalu Harsa (2)

    "Sa, kita tinggal bareng yuk." Harsa yang saat itu tengah menikmati semangkok soto di kantin kampus salah satu Universitas di Surabaya, langsung mematung. "Maksud kamu?" tanya Harsa tak mengerti. "Ya kita tinggal bareng di kos. Satu kamar. Kayak pasangan lainnya. Selain menghemat biaya, kita juga bisa makin intim," jawab Anita, gadis berhijab yang sempat membuatnya tertarik dan mau mencoba untuk memulai hubungan. Harsa melihat gadis yang sebelumnya membuatnya tertarik karena perangainya yang kalem dan anggun itu, dengan pandangan yang langsung berubah. Rasa ilfeel langsung menguasai hatinya. "Kita bukan mahram. Bukan suami-istri. Kenapa kamu ingin tinggal bersama?" "Udah biasa kali, Sa. Jaman sekarang tuh nggak usah munafik. Banyak kok yang udah tinggal bareng sama pacarnya," jawab Anita dengan senyum yang dulu sempat membuat Harsa terpana, tapi kini malah membuatnya muak dan jijik. "Aku menjalin hubungan denganmu bukan untuk kumpul kebo atau membiayai hidup kamu. Aku saja haru

  • Karma Suami Mendua    108. Kisah Masa Lalu Harsa

    "Harsa Zuhair, maukah kamu menjadi pacarku?" Sorakan dari seluruh siswa yang menonton begitu riuh di jam istirahat. Mereka semua berkumpul di lapangan untuk melihat bagaimana reaksi Harsa setelah ditembak oleh Delina. Ratu paling cantik di sekolah versus Pangeran paling dingin. Harsa yang saat itu hendak ke perpustakaan, harus berhenti di tengah-tengah lapangan karena dicegat oleh gadis itu. Gadis gila yang menghancurkan keluarganya. Yang membuatnya menjadi yatim piatu. "Terima! Terima! Terima!" Semua siswa kompak meneriakkan kata itu seperti yel-yel. Tapi, Harsa menatap Delina semakin dingin. Dia sangat membenci perempuan itu sampai ke ubun-ubun. Mereka semua tidak tahu sejarah keluarganya dan keluarga Delina. Mereka hanya meromantisasi wajah tampan dan cantik saja. "Ayolah, Sa. Semua orang setuju kalau kita menjadi couple. Sangat serasi," bujuk Delina sambil tersenyum menggoda. Harsa menatap Delina dengan muak. Gadis itu tidak tahu malu. Berlutut dengan sebelah kaki sambil me

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status