Tujuh belas tahun pergi meninggalkan kampung halaman karena rasa kecewanya terhadap sang istri, Pak Muhajir akhirnya pulang. Bukan untuk menemui Sulastri karena rasa rindu yang menggebu-gebu, melainkan untuk menjatuhkan talak. Selama ini, Pak Muhajir tidak mengerti tentang ilmu agama. Menuruti amarah dan dendam dalam hatinya, dia sengaja tidak menceraikan Sulastri agar perempuan itu tidak bisa menikah. Tapi sayangnya, anggapannya selama ini salah. Selama 17 tahun itu, Pak Muhajir tinggal di sebuah pondok pesantren sebagai tukang bersih-bersih dan bagian umum. Sebelumnya, dia terpaksa tidur di masjid karena tidak memilik uang yang cukup untuk menyewa kos. Sampai akhirnya dia bertemu dengan salah satu ustadz di pondok pesantren dekat masjid dan ditawari pekerjaan karena iba. Dari situlah, Pak Muhajir lama-lama mengerti tentang agama. Dari yang sebelumnya hanya menjadi tukang bersih-bersih, akhirnya diperbolehkan untuk ikut menimba ilmu dengan santri lain karena ketahuan mencuri-curi
Read more