"Sebenarnya kenapa sih, Mil, kamu nggak jadi menggugat cerai Putra? Eh, tapi aku nggak memaksa lho ya. Bagaimanapun juga, itu privasi kamu," ujar Arin tak enak.Sepertinya, Kamila memang harus bercerita. Dia menatap Arin dalam-dalam. Takut jika Arin seperti Dewi. "Tapi, kamu nggak akan membocorkan ini ke siapapun, kan?" Arin refleks mengangkat dua jari ke atas. "Aku pernah di posisi kamu, Mil. Aku tahu pasti gimana rasanya rahasiaku disebarkan oleh orang yang kukira sahabat. Sakit banget. Aku nggak akan melakukan hal yang sama, karena hukum tabur tuai itu ada. Seperti halnya Dewi, temanku yang mengkhianati aku kena karmanya juga. Dan karmanya ngeri lah. Aku takut mengalami hal yang sama kalau ikut-ikutan. Lagian ada anakku yang akan menanggung karmanya juga."Kamila mengangguk. Sepertinya mereka memang memiliki nasib yang sama, sehingga bisa saling mengerti."Aku mengurungkan niatku untuk menggugat cerai Mas Putra, karena ibuku, Rin."Dan Kamila pun menceritakan pengalaman tak enakny
Terakhir Diperbarui : 2026-04-27 Baca selengkapnya