"Oh, ini istrinya Putra yang nggak tahu diri itu? Suami sakit bukannya merawat, malah enak-enakan di rumah mentang-mentang rumahnya bagus." Baru juga masuk ke dalam rumah, Kamila sudah dicecar oleh ucapan pedas dari Bulek Khoir, adik dari ayah mertuanya. Dia hanya diam dan menunggu, tidak langsung membalas. Banyak keluarga yang baru bisa datang karena rumah mereka jauh. Dan mereka hanya diam, karena Bulek Khoir mendominasi. "Sudah kubilang dari dulu, seharusnya Putra menikahi Delina saja. Eh, si Aminah malah menolak mentah-mentah. Padahal kalau seandainya Delina yang menjadi menantunya, Putra pasti masih hidup." "Oh, jadi Bulek mendukung Delina meniduri dua pria sekaligus? Ayah dan anak." Balasan Kamila membuat semua orang di ruang tamu syok dengan mulut menganga. "Jaga ucapanmu! Aminah! Ini menantu yang kamu bangga-banggakan itu? Tidak punya sopan-santun!" teriak Bulek Khoir. "Yang tidak punya sopan santun di sini siapa? Anda datang ke sini untuk melayat, atau untuk mencaci sem
Last Updated : 2026-05-05 Read more