Kedua tangan Kamila gemetar dan jantungnya tidak berhenti berdebar. Berbagai barang yang sudah dia keluarkan dari kotak-kotak yang diantarkan oleh kurir ketika mengambil pesanan HZ, kini berserakan di ruang tengah. "Gila! Dia gila!" gumamnya berkali-kali dengan sorot mata linglung karena terlalu syok. Kalung, gelang, anting, jilbab, gamis, parfum, bahkan coklat dan boneka kecil pun ada. Kamila mengambil jepit rambut lucu yang dulu dia masukkan ke keranjang marketplace dan tidak pernah dia checkout."Nama lengkap Mas Harsa siapa sih, Bu?" tanya Kamila sebelumnya. "Harsa Zuhair. Kenapa, Nduk?" Kamila langsung menghubungkan inisial HZ di kotak cincin beludru yang tadi dia terima. Apakah dia terlalu GR? Bisa jadi itu orang lain. Tiba-tiba dia merasa salah tingkah. Dia menggigit bibir bawahnya dengan wajah memerah. Setelah pembangunan minimarketnya selesai, tiba-tiba Harsa menjauh dan tidak pernah lagi datang untuk menemui Fiona. Dia pura-pura tidak peduli. Toh, selama ini mereka mem
Last Updated : 2026-05-08 Read more