Suasana di Arena Hidup dan Mati yang sedari tadi tegang seolah meledak oleh pertanyaan konyol Fang Zhe. Namun, sebelum ejekan para penonton kembali membanjir, sebuah suara bariton yang tenang, namun memiliki otoritas yang mampu menekan detak jantung setiap orang yang mendengarnya, bergema dari tribun VIP. "Taruhan yang menarik." Seluruh Arena mendadak sunyi senyap. Semua mata, termasuk keempat penguasa blok yang hendak menerkam Fang Zhe terpaku ke arah tribun tingkat teratas. Han Ling, sang penguasa mutlak Blok 1, akhirnya bangkit dari singgasananya. Ia tidak menatap empat penguasa blok di bawah, melainkan menatap lurus ke arah Fang Zhe dengan tatapan yang sulit diartikan. "Sepertinya kau sangat percaya diri bisa memanen nyawa mereka, Fang Zhe," ucap Han Ling datar. Ia kemudian mengangkat tangan kanannya, dan seketika itu juga, seorang asisten pribadinya yang gemetar ketakutan segera menyodorkan sebuah perangkat transmisi. "Tuan ini..." Han Ling menerimanya, lalu menekan
อ่านเพิ่มเติม