"Kecepatanmu memang di ranah Pengumpul Roh," Fang Zhe berkata pelan, suaranya mengalun tenang di tengah badai es yang baru saja ia ciptakan. "Tapi fondasi fisikmu tetaplah seorang Pengumpul Qi. Di hadapan pembekuan absolut, kecepatan hanyalah ilusi." Melihat Faiye yang sesaat terpaku akibat pembekuan meridian di pergelangan kakinya, Fang Zhe tidak menyia-nyiakan fraksi detik yang berharga itu. Wuuuush! Disaat itu juga, tubuhnya bergerak maju. Bukan dengan kecepatan kasat mata yang meledak-ledak seperti Faiye, melainkan dengan langkah yang begitu anggun, ringan, dan efisien—seolah ia sedang berjalan di atas permukaan air. "Ka-kau...," Sebelum Faiye sempat memaksakan sirkulasi Qi-nya untuk mencairkan es yang membelenggu kakinya, Fang Zhe sudah berada di jarak dekat. Shuuut! Pedang es di tangan kiri Fang Zhe bergerak dalam lintasan melengkung yang sangat halus. Alih-alih menebas daging, ujung pedangnya justru mematuk tepat pada celah di antara gagang belati kanan Faiye dan
อ่านเพิ่มเติม