"Kemarilah!" panggil Lidya dengan melambaikan tangan ke arah Sakti. Pria itu berjalan sambil menunduk mendekati sofa. "Apa benar kamu bisa mengurut kakiku?""Bisa, Nyonya," sahut Sakti dengan keyakinan penuh. "Hmm, kalau kamu gak bisa. Aku jamin kamu gak akan bisa pulang. Akan aku lempar ke kandang buaya. Buat santapan binatang peliharaanku," ucap Lidya. Dia menyeringai sangat mengerikan. Benar saja, Sakti masuk ke kandang singa yang sangat berbahaya. Salah langkah saja. Dia akan tinggal tulang saja. Lalu, bagaimana dengan wanita-wanita itu?"Iya, Nyonya. Aku jamin setelah dipijet kaki Nyonya akan pulih dan bisa jalan seperti semula," ujar Sakti. "Baiklah kalau begitu. Kalau aku sembuh nanti kamu kerja di sini saja. Sebagai tukang bersih-bersih merangkap tukang pijetku," ujar Sakti. "Emmmm, nanti akan aku pertimbangkan Nyonya," jawab Sakti. Lidya langsung tengkurap dengan paha yang jelas terlihat. Kaki kanannya sedikit merah dan bengkak. Sakti tidak punya pengalaman sedikitpu
Read more