"Dewa, kenapa kamu diam saja. Ayuk berangkat!" ajak Laura berjalan dengan anggun. "Ba--ik,Laura," sahut Sakti. Dia masih penasaran dengan pemilik Dewangga Grup yang mengajak kerja sama dengan Laura. Apakah ada Dewangga yang lain atau memang Sony Dewangga? Sampai depan garasi, Danu sudah siap menyambut Laura dengan senyum manis dan sikap yang hormat. "Pagi Nyonya. Mobil sudah siap. Bersih dan wangi. Saya siap mengantar Nyonya kemana saja," tegas Danu. "Pagi Danu. Hari ini kamu kawal Anita. Oh ya jangan lupa jemput Sherly di tempat temannya. Kali ini aku mau nyopir sendiri," ucap Laura meminta kunci mobil. Danu mendongak menatap Laura kemudian beralih pada Sakti. Lalu menunduk lagi. "Siap, Nyonya," sahut Danu akhirnya walau terlihat kecewa. Dia berjalan membukakan pintu untuk Laura. "Dewa, Ayuk!" ajak Laura. Mulutnya kesusahan memangil nama samaran Sakti. Dada Danu berdetak. Seolah posisinya cepat tersingkir sejak ada Sakti. Tangannya mengepal. Sakti tersenyum sinis. Sebelu
Last Updated : 2026-04-23 Read more