Sakti menarik diri ingin menjauh dari Laura. "Sana mandi, Bos! Tubuhmu bau Tuan Sony," ledek Sakti. "Oh serius. Aku gak pernah bau badan," ucap Laura reflek mengangkat ketiaknya dan menciumnya. Kali ini Sakti baru bisa senyum. Satu kamar dengan wanita yang bukan siapa-siapanya. Bahkan dia yang ngasih kerjaan. "Sakti, kamu ajudanku kan?" tanya Laura lagi. "Iya aku ajudanmu. Siap di manapun berada," sahut Sakti dengan tegas. "Kalau gitu tolong bantu aku untuk mandi. Entah kenapa hari ini aku males banget."Mata Sakti melotot. Ingin menarik dan menjambak rambut Laura yang acak-acakan. Menambah seksi saja. "Hei, bantu di kamar mandi. Maaf untuk tugas kali ini aku gak bisa terima. Nanti aku udah jadi suamimu baru aku mau. Semakin gila aja bosku ini," gerutu Sakti. Dia membuka baju yang dipakai. Hingga terlihat kekar dan perutnya six sak. "Duh, Sakti. Aku gak kuat," ucap Laura lagi. Tubuhnya melorot. "Aku mau digendong ke kamar mandi," Rajuk Laura manja. Bertepatan dengan itu s
Last Updated : 2026-04-14 Read more