Bilah Iblis Paruh hampir menyentuh matanya.Sebuah bayangan melintas.Ling’er muncul di antara mereka, bergerak dengan kecepatan yang tak pernah ia tunjukkan sebelumnya.Tubuhnya ringan, langkahnya hampir tak menyentuh tanah.Ia menangkis belati dengan satu gerakan tangan kosong, memutar pergelangan lawan hingga terdengar bunyi klik kecil.Ia menendang Iblis Cakar tepat di dada, bukan dengan tenaga kasar, tapi dengan teknik internal yang menghantam meridian jantung. Iblis Cakar terhuyung.Iblis Sayap menukik untuk menusuk Ling’er dari atas.Ling’er berputar, menarik jarum panjang dari sanggul rambutnya dan melemparkannya lurus ke arah mata di balik topeng Sayap.Iblis Sayap memiringkan kepala, jarum hanya menggores pelipisnya, tapi itu cukup mengacaukan ritme.Wu Teng menatapnya, terkejut.“Sejak kapan—?”“Aku tak pernah bilang aku lemah,” jawab Ling’er singkat, napasnya sedikit tereng
Read more