Angin musim semi dari Benua Timur menerbangkan helai rambut Wu Teng, melambai-lambai di sekelilingnya. Dari puncak bukit sakura, ia melihat dunia di bawahnya, sebuah permadani yang perlahan pulih. Kota-kota yang dulu hancur kini bersinar dengan cahaya obor, gema tawa dan nyanyian perayaan naik ke udara, merayakan kemenangan atas Tuan Kegelapan Abadi. Setahun telah berlalu sejak perang besar itu, namun di dalam dada Wu Teng, hanya ada kehampaan yang menganga. Liontin batu giok yang dulu milik Ling'er, kini terasa hangat dalam genggamannya, satu-satunya pengingat nyata akan kehadirannya yang dulu.Mata Wu Teng memindai cakrawala. Dunia telah selamat, itu pasti. Ia, Wu Teng, adalah penyelamatnya, Pilar Ketujuh yang dijanjikan. Gelar itu terasa seperti beban, bukan mahkota. Setiap sorakan yang terdengar dari bawah, setiap wajah bahagia yang ia bayangkan, semakin menekan jiwanya. Mereka merayakan sebuah kemenangan, sementara ia, pemenangnya, merasa kalah. Ling'er tidak kembali. Pengorbanan
Read more