Devon menatap dalam Nazha, terlihat jelas di mata Nazha masih tersirat dendam, perlahan diraihnya telapak tangan Nazha, lalu dengan pelan Devon berkata,”jika bukan aku yang menyembuhkan lukamu, waktu yang akan menymbuhkannya,”ujar DevonNazha menghela napas pelan, menarik gengaman tanganya dari tangan Devon.”Aku tak yakin, karena luka itu akan membuahkan seorang anak yang akan aku rawat sampai seumur hidupku,”“Jika bayimu lahir dia akan menjadi penyejuk hati, bukan menjadi beban masa lalu,”balas Devon Nazha bangkit dari duduknya, baru saja ia berdiri, Nazha merasakan sakit dibagian perutnya, tanganya reflek memegangi perutnya“Aduh..sakit sekali,”desahnya sekita membuat Devon cemas“Naz,…aku akan membawamu ke rumah sakit, kamu jangan keras kepala,”ujar Devon lalu tanpa izin pada Nazha, langsung membopong Nazha berjalan keluar menuju mobil jeebnya.Nazha diam-diam menatap wajah tegas pria yang membopongnya, dalam hati tak percaya dengan perhatian dan kecemasan yang Devon perlihatkan
Última atualização : 2026-04-11 Ler mais