LOGINDevon menatap Nazha.”Maaf Naz…atas kekacauan ini, kembalilah ke palvilium, aku akan bicara dengan tante Yuni,”suruh DevonNazha hanya diam dan melangkah pergi menuju palvilium, hati yang penuh tanda tanya“Karena Meira… Devon menikahiku, Meira mantan kekasihnya yang telah tiada,”gumam Nazha sambil terus berjalan pelan menuju palviliumSementara itu Yuni sudah berada ruang tamu, menatap Devon seakan meminta penjelasan.“Jadi kenapa kamu menyebut nama Meira menjadi alasan menikahi Nazha?”“Heumm…aku hanya melihat Meira dalam diri Nazha, entah kenapa aku merasakan hal itu,”jawab Devon asal bicara“Alasan apa itu, .aku tak bisa menerima jika Meira, putri angkatku kamu samakan dengan gadis rendah tak bermoral, aku sudah tahu semua tentang Nazha, dia hamil dengan entah pria mana yang menghamilinya.”“Dari mana tante tahu cerita itu, semua tidak seperti yang orang katakan,”balas Devon“Tidak penting dari mana, toh benar’kan Nazha hamil?”Devon terdiam tak bisa berkata apapun.“Batalkan nia
Reymon menyetujui saran dari Devon dan berharap mendapatkan investasi dari S’ invesment“Dev..aku sangat berharap kamu tidak menikahi Nazha, aku tidak sudi dia menjadi kakak iparku, “ujar Reymon dengan nada penuh dendam“Aku akan menikahi Nazha, siapapun tidak ada bisa mencegahnya, mulailah merenung akan perbuatan burukmu selama di penjara jangan salahkan siapapun untuk buah dari kejahatanmu,”jelas Devon menatap adiknya itu dan setelah pergi meninggalkan Reymon dalam balik jeruji besi.Reymon mengepalkan tangannya dengan mata penuh amarah.’Aku tak peduli siapa Nazha, bagiku ia harus hancur,’batin ReymonDevon melajukan jeebnya menuju kantor S’invesment, disana tampak Salma dan Dimas sedang membicarakan perusahaan Reymon.“Apa R’Building sudah dijual?”tanya Salma“Belum, kita tunggu sebentar lagi ..Reymon butuh uang hanya R ‘ Building asetnya.”Dimas tampak serius menatap laptopKetukan pintu ruangan , mengalihkan perhatian Dimas dari laptop, lalu terlihat Devon di ambang pintu.“Dev
“Aku akan menikahi Nazha, dalam waktu dekat, sebelum bayinya lahir.”Akhirnya Devon menjelaskan“Nazha, katakan padaku semua ini tidak benar ‘kan , kak Nazha tidak akan menikah dengan Dev ‘kan!”suara Sheren semakin kencang sambil menguncang bahu Nazha, dan itu membuat Devon marah lalu menarik tangan Sheren“Sheren apa yang kamu lakukan , Nazha sedang sakit tak sepantasnya kamu menyakitinya,”seru Devon kesalSementara itu Nazha terdiam, ia tahu Sheren kesal, karena Sheren menginginkan Devon dan diam-diam mencinatinya.“Kalian tidak boleh menikah!”bentak Sheren“Apa hakmu melarangku menikah dengan Devon, aku sudah becerai dari Reymon beberapa minggu yang lalu, aku sekarang bebas mau menikah dengan siapapun,”sahut Nazha membuat darah Sheren mendidih,“Kak Nazha, aku mohon jangan menikah dengan Devon, siapa tahu Devon juga berniat jahat padamu,”bujuk Sheren“Jaga bicaramu Sheren,”sela DevonSheren menatap Devon.“Ka Devon, tolong jangan menikah Nazha, ia sedang hamil, dan tak tahu siapa ay
Devon menatap dalam Nazha, terlihat jelas di mata Nazha masih tersirat dendam, perlahan diraihnya telapak tangan Nazha, lalu dengan pelan Devon berkata,”jika bukan aku yang menyembuhkan lukamu, waktu yang akan menymbuhkannya,”ujar DevonNazha menghela napas pelan, menarik gengaman tanganya dari tangan Devon.”Aku tak yakin, karena luka itu akan membuahkan seorang anak yang akan aku rawat sampai seumur hidupku,”“Jika bayimu lahir dia akan menjadi penyejuk hati, bukan menjadi beban masa lalu,”balas Devon Nazha bangkit dari duduknya, baru saja ia berdiri, Nazha merasakan sakit dibagian perutnya, tanganya reflek memegangi perutnya“Aduh..sakit sekali,”desahnya sekita membuat Devon cemas“Naz,…aku akan membawamu ke rumah sakit, kamu jangan keras kepala,”ujar Devon lalu tanpa izin pada Nazha, langsung membopong Nazha berjalan keluar menuju mobil jeebnya.Nazha diam-diam menatap wajah tegas pria yang membopongnya, dalam hati tak percaya dengan perhatian dan kecemasan yang Devon perlihatkan
“Dev..kamu bersedia ‘kan membawa gelang ini ke reparasi?”tanya Nazha membuat Devon tersentak dari lamunanya“Tentu saja, aku akan membawanya ke reparasi perhiasan, “Devon lalu menyimpan gelang di saku kemejanya.“Hari ini aku akan mengantarmu untuk kontrol kandungan, bersiaplah,”suruh Devon“Tidak Dev..terima kasih aku bisa pergi sendiri,”“Kamu yakin tak butuh teman,”sahut DevonNazha mengangguk yakin, “Aku ada perlu urusan lain,”jawab Nazha“Okelah kalau begitu kamu harus habiskan sarapanmu,”suruh Devon penuh perhatian“Nazha duduk di kursi di depan meja makan, lalu mulai menyuap bubur ayam didepannya. Devon menatap penuh cinta, ada bayangan Meira ketika ia menatap Nazha dan itu yang membuat Devon jatuh hati pada Nazha.***Usai menghabiskan menu sarapan, Nazha pergi ke sebuah tempat setelah ia memeriksa kondisi kehamilannya, saat ini ia mengadakan pertemuan dengan Dimas.“Dim, aku berhasil mendapatkan data tentang kecurangan bisnis Reymon.”ucap Nazha sambil menyerahkan flas disk p
Dimas nampak sibuk menatap layar laptop, mempelajari setiap detail tentang R’ Building perusahaan property milik Reymon, nyatanya perusahaan itu bukan hanya kesulitan finansial, tapi ada beberapa kasus sengketa lahan yang masih harus di selesaikan“Ini parah sekali ada beberapa kasus sengketa lahan yang kini dibangun gedung oleh R’Building.”gumam DimasTiba-tiba senyum tipis terbit di bibir pria muda itu, “Aku tahu celah bagaimana menghancurkan Reymon tanpa harus berinvestasi di perusahaannya”Lalu dengan cepat Dimas meraih ponsel lalu menghubungi Nazha.“Halo Naz…bisakah kita bertemu?”“Iya Dim,..apa ada yang penting?“Mengenai Reymon, bukankah kamu berniat menghancurkan Reymon, aku punya jalan untuk itu,’”jawab Dimas bernada serius“Baiklah..aku akan menemuimu share saja lokasinya,”sahut Nazha“Oke”Tak lama sebuah chat masuk sebuah Lokasi diterima Nazha, tanpa membuang waktu Nazha pun bergegas pergi menuju lokasi yang dikirim Dimas.Selang beberapa menit Dimas dan Nazha sudah berte
“Tinggalkan rumah ini besok pagi, kita sudah bercerai,”suruh Reymon“Nazha tidak akan keman-mana, ia akan tingal di palvilium,”sahut DevonDengan mata menatap Nazha, sesaat keduanya saling beradu pandang.”Aku akan menyuruh mbok War untuk membersiakn palvilium, dan menaruh barangmu disana,”lanjut De
Sheren memicingkan matanya lalu berujar. Dev’ group, Wow cukup berkelas dan terkenal di Jakarta, aku suka sekali, benar Bu, lihatlah Devon keren sekali, aku bisa bekerja di kantornya.” Sheren sangat percaya diri dengan kemampuannya“Ibu yakin, Devon akan sangat senang Sheren, jika ibu lihat lebih b
“Jalang!” umpat Reymon, lalu melangkah keluar kamar dibukanya pintu dan di tutupnya dengan keras.“Brak!” suara pintu cukup keras membuat Nazha takut dan membeku, air mata terus menetes sambil menahan rasa sakit akibat cambukan Reymon, bahkan telapak tangannya sampai berdarah.Setelah beberapa me
Sementara Dimas tampak cemas, karena saat tiba di apartemen ternyata Nazha sudah pergi dan hanya meninggalkan catatan terima kasih, ia bahkan tidak meningalkan nomer ponsel, dengan segera ia menghubungi Salma.“Maaf Bu Salma, Nazha dan Pak Agung sudah meninggalkan apartemen,” lapor Dimas.“Kemana m







