BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA

BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA

last updateLast Updated : 2026-02-17
By:  Endah TantyOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
7views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Nazha gadis cantik berusia 23 tahun terpaksa menerima perjodohan untuk menyelamatkan ekonomi keluargannya. Tapi ternyata di balik itu ada konspirasi yang buruk yang direncanakan Reymon suaminya. Di malam pertamanya lewat aplikasi protitusi online justru Reymon menjual Nazha untuk menyelamatkan keuangan perusahaannya yang di ambang kebangkrutan. Bagaimana kelanjutan pernikahan Nazha dan Reymon yang sudah rusak di awal pernikahan?

View More

Chapter 1

Bab 1 Benarkah Pria Yang Tepat

Nazha menatap sang ibu dengan mata berkaca-kaca, wajah cantik dengan kulit putih bersih itu tak kuasa menahan air mata, permintaan sang ibu bukannya hanya membuat sedih hatinya tapi hancur dunianya, baru memasuki semester enam ia menempuh pendidikan di fakultas psikologi dan kini impiannya harus hancur karena perjodohan.

“Kenapa Bu…kenapa harus sekarang, kurang satu tahun lagi aku lulus,” ucap Nazha lirih bercampur tangis.

“Usaha ayahmu bangkrut, jangankan untuk biaya pendidikanmu, untuk makan kita saja tak cukup,” jawab wanita berusia 50 tahun dengan wajah tegangnya.

“Aku bisa bekerja dan membiayai kuliahku sendiri, aku mohon Bu, jangan paksa aku menikah, aku belum siap,” mohon Nazha bahkan gadis itu sampai berlutut di kaki sang ibu.

Laras tidak bergeming, tatapan masih ke depan, tidak ada rasa iba sedikitpun melihat Nazha bersimpuh sambil menangis memohon supaya ibunya membatalkan perjodohan.

Laras bangkit dari duduknya dan membuat Nazha terjengkang, Laras tidak perduli.

“Jika kamu menolak perjodohan ini, kita akan kehilangan tempat tinggal,ingat keadaan ayahmu! Siapkan dirimu, nanti malam calon suamimu akan datang untuk makan malam!” suruh Laras sambil berjalan meninggalkan putrinya.

Nazha menghentikan tangisannya, ia menyadari jika permohonannya pada sang ibu tak akan dituruti. Ia berlahan bangkit berjalan dengan langkah pelan dan terlihat putus asa, melewati kamar sang ayah tertutup rapat, enam bulan ini ayahnya sakit, usaha mebel yang dimilikinya semakin lama semakin hancur. Keuangan menjadi tidak stabil dan terlilit hutang besar.

Ceklek, Nazha memberanikan diri untuk berbicara dengan sang ayah, mata sembabnya menatap pria tua 60 tahun yang terbaling lemah di pembaringan.

“Ayah…” panggil Nazha lirih berharap sang ayah merasakan kegalauan hatinya.

“Nazha …turuti perkataan ibumu, hanya kamu yang bisa menyelamatkan keluarga ini dari kehancuran.” Perkataan sang Ayah menambah kecewa hati Nazha,  bersimpuh dihadapan sang ayah sambil menangis.

“Ayah tahu ‘kan impianku belum tercapai,” balas Nazha.

“Capai impianmu setelah menikah, kamu akan punya banyak uang setelah menikah, kehidupan akan lebih baik, percayalah,” ucap pelan sang ayah.

Nazha terdiam, ia tak mau berdebat, tatapannya kembali nanar menatap wajah sang ayah yang semakin pucat,bahkan mereka tak punya biaya untuk membawanya ke rumah sakit.

Nazha meninggalkan kamar sang ayah tanpa berkata apapun, kembali melangkah menuju kamarnya, menatap bingkai foto seorang wanita muda yang tampak usang.

‘Seandainya mama masih ada, apa kamu akan juga akan menjodohkanku dengan pria asing tak pernah aku kenal?’ batinnya.

Nazha menangis di atas bantal sambil memeluk bingkai foto yang mulai memudar gambarnya dia adalah foto wanita yang melahirkannya, hingga suara ketukan pintu terdengar masuk ke pendengarannya, gadis yang  memiliki hidung mancung dan rambut sebahu itu terbangun, lalu berjalan membukakan pintu.

“Cepatlah mandi, dan turun ke bawah, calon suamimu sebentar lagi datang,“ suruh Laras dengan  lembut.

Nazha menarik tangan Laras. “Kenapa harus aku yang ibu jodohkan, kenapa tidak Sheren.” Tatapan mata Nazha menajam bercampur sendu.

”Ibu  jodohkan dengan pria seperti apa aku?” lanjut Nazha mencoba protes.

Laras menatap tajam, dikibaskannya tangan Nazha yang masih mencengkram lengannya.

“Apa kamu berpikir aku akan menjerumuskanmu pada pria yang salah, meskipun kamu anak sambungku, tapi Sharen sedarah denganmu, dia baru memulai karir modelnya dan sebentar akan menghasilkan uang banyak, lagi pula ingat awal kebangkrutan ayahmu, untuk mengobati sakitmu yang menelan uang tidak sedikit hingga ayahmu harus mengadaikan rumah ini ,” jawab tegas Laras.

Nazha hanya bisa pasrah, dengan keadaan sekarang, melangkah masuk ke kamar mandi dan mempersiapkan dirinya untuk bertemu sang calon suami.

Beberapa menit berlalu, Nazha keluar dari kamar baju dres warna biru muda sederhana dipilihnya, rambut hanya tergerai rapi, riasan  sederhana menghiasai wajah cantiknya, dengan langkah pelan, ia menuruni tangga hingga sampai di anak tangga terakhir ia menatap seorang pria muda dengan kemeja cokelat, sedang duduk di sofa berbincang dengan Laras.

“Nah…itu Nazha, putri pertamaku,” ucap Laras tersenyum hangat menatap Nazha.

“Duduklah Naz, kenalkan ini Reymon,” lanjut Laras memperkenalkan Nazha pada Reymon.

Nazha berjalan pelan, mendekat ke arah sofa, lalu menjabat tangan pria yang berdiri menyambutnya uluran tangannya, lalu keduanya duduk.

Nazha sekilas menatap pria itu wajah nyaris sempurna, tampan, tubuhnya tinggi tegap, kulitnya putih dan bersih.

“Kalian berbicanglah, ibu akan siapkan makan malamnya,” ujar Laras sambil bangkit berdiri dan melangkah menuju ruang makan yang menyatu dengan dapur.

Semetara itu Nazha dan Reymon saling tatap dan suara Reymon memecah keheningan.

“Kamu sudah siap ‘kan, menikah denganku?”

“Siap tidak siap, kita dijodohkan, dan aku tak kuasa menolak perjodohan ini,” jawab Nazha.

“Baguslah, setidaknya jangan kabur saat pernikahan nanti, apa kamu perlu data diriku, aku rasa Bu Laras sudah memberitahukan tentang siapa dan pekerjaanku?”

“Identitas tidaklah penting, yang terpenting setelah kita menikah kita harus punya tujuan yang sama “kan?”

“Betul sekali, berbicara denganmu ternyata semenarik ini,”

Pembicaraan mereka terhenti ketika Laras mendekat ke arah ruang tamu.

“Nazha, Reymon, makan malam  telah siap, mari kita makan dulu,” ajak Laras.

Lalu ketiganya sudah duduk di kursi makan di atas meja sudah tersaji, menu makan malam, lengkap dengan buah.

Nazha tenggelam dalam pikirannya sesekali menatap pria di depannya yang tampak elegan  dengan cara ia  menyuap menu di piringnya.

‘Terlihat sempurna, sopan, berwibawa, kaya raya, dan tampan. Tapi kenapa aku masih gelisah, apa yang salah dengan pria ini,’ batin Nazha.

“Naz..kenapa melamun ayo makan,” ujar Laras menatap Nazha.

Nazha mengangguk, meraih piring dan mengisinya dengan menu istemewa yang dihidangkan malam ini, mencoba menyakinkan dirinya jika pilihan ibu tirinya adalah terbaik.

Satu jam berlalu Reymon  berpamitan dengan senyum hangatnya ia menjabat tangan Laras dan Nazha. Lalu pria itu berjalan menuju mobil sedan hitamnya.

Nazha dan laras masih berdiri di teras rumah sampai mobil Reymon tak terlihat lagi dari pandangannya.

“Bagaimana, apa kamu masih berpikir jika aku hanya akan menjeruskan hidupmu, pria yang akan kamu nikahi tampan, pemilik dari  perusahaan property dan satu lagi, kamu tak perlu dipusingkan dengan ibu dan bapak mertua, karena orang tua Reymon sudah meninggal. Persiapkan dirimu untuk pernikahan!” tegas Laras.

Nazha terdiam banyak sekali yang dipikirkannya, lalu ia menatap Laras. Tetapkan pernikahan kami,“ balas Nazha pelan namun tegas.

Nazha tak pernah tahu keputusan penting yang ia buat akan mendatangkan peristiwa besar di kehidupannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status