Share

Bab 30 Kebohongan

Author: Endah Tanty
last update publish date: 2026-04-19 18:34:59

Reymon berubah pucat ia menelan ludah seakan sedang berpikir sesuatu.

“Heumm Meira memang datang ke kamarku, ia ingin berbicara denganku,”

“Apa yang Meira bicarakan apa dia ada masalah serius?”Devon menatap tajam ke arah Reymon

“Meira mengatakan jika ingin mengakhiri pertunangannya denganmu, oleh karena itu ia membuang cicin itu, aku menanyakan padanya kenapa dia ingin berpisah darimu, tapi hanya menangis aku sendiri bingung aku menyuruhnya memikirkan keputusanya tapi ia berlari begitu saja ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 78 Bara Harus Pergi

    Nazha tersenyum bahagia. Dimana Dia, aku ingin melihatnya,”pinta Nazha“Aku akan meminta perawat untuk membawanya ke kamar,”Devon berdiri lalu berjalan keluar kamar, tak lama ia masuk bersama, seorang perawat yang mendorong box bayi kedalam ruangan“Bayi Bu Nazha sehat,, besok pagi sudah bisa dibawa pulang, tapi untuk Bu Nazha mungkin masih menalani perawatan di rumah sakit,”jelas perawat“Terima kasih suster, nanti saya akan memperkerjakan baby sister,”timpal Devon“Oke, saya tinggal dulu,”pamit perawatDevon mengendong bayi,lalu mendekatkannya pada Nazha, jemari Nazha mengusap lembut kepala sang bayi, lalu menciumnya dengan penuh kasih sayang.“Kita akan beri mana siapa bayi tampan ini?”tanya DevonNazha terdiam, lalu menatap nanar kearah Devon.”Seandainya bayi ini darah dagingmu, mungkin kebahagiaan kita sempurna, “suara Nazha pelan dan ragu“Kita keluarga yang sempurna, kenapa kamu masih ragu?”“Maafkan aku Dev…”“Bagaimana jika kita memberinya nama Bara yang artinya Api,”Devon b

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 77 Baby Boy

    Menit terasa berjalan lama, Devon masih duduk di kursi tunggu kadang berdiri dan berjalan mondar- mandir meregangkan ketegangannya. Sampai akhirnya pintu ruang operasi terbuka dan terlihat seorang perawat dan dokter keluar“Anda suami pasien?”tanya Dokter“Betul.”“Operasi berjalan lancar, peluru sudah bisa diambil, untung tidak melukai daerah fital, pasien akan kami pindahkan ke ruang perawatan,”jelas Dokter“Baik Dokter.”Devon bernapas lega, lalu memgikuti brankar dimana tubuh Nazha berbaring , Nazha sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Devon dengan setia menungu, sembari merebahkan tubuhnya di sofa.Satu hari berlalu, kondisi Nazha membaik tapi belum sadarkan diri dan itu membuat Devon cemas, satu hari ia hanya mendapatkan nutrisi dari infus, dan terlihat perawatpun tampak cemas, karena Nazha belum menandakan kesadarannya.“Kami khawatir dengan kondisi bayinya, jika Bu Nazha belum sadarkan diri, ini sudah satu hari,”ujar perawat“Suster tolong aku ingin berbicara dengan Dokter,”

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 76 Akhir Dari Cinta tak terbalas

    Devon bergegas ke lokasi vila, amarahnyaa sudah sampai di ubun-ubun ingin sekali menghajar Dimas, ia lupa jika luka diperutnya belum sepenuhnya pulih, tapi tekadnya untuk datang sendiri ke lokasi sangat bulat demi keamanan Nazha.Jeeb menuju Bogor dengan kecepatan tinggi.Sedangkan Dimas, yang baru keluar dengan sepeda montor menuju mini market, ia membeli kebutuhan dapur yang cukup banyak dan oba-obatan.‘Setelah Nazha melahirkan, aku akan membawanya ke Singapura, sampai dia melupakan Devon,saat ini pasti Devon sudah menyangka jika Nazha dan aku tewas terbawa arus sungai, ‘batin Dimas penuh rasa percaya diri.Sementara itu vila bambu di jaga oleh satu orang bersenjata tajam,dan selalu berjalan berkeliling vila, Nazha yang melihat itu menjadi putus asa“Heumm …diluar ada penjaga, bagaimana aku akan berteriak minta tolong,”Nazha kembali terduduk persaan cemas membuat perutnya terasa nyeri, ia mengusap pelan perut buncitnya tiba-tiba air mata menetes, mengingat kebaikan Dimas berubah

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 75 Melacak

    Tatapan mata Nazha kosong menatap ke arah makanan yang telah disiapkan Dimas, menu bubur ayam dan sebotol air mineral, menu makan pagi kesukakannya tapi pagi ini ia benar-benar tak bernafsu makan, diusapnya perut yang semakin membesar, satu bulan lagi bayi dalam perutnya akan lahir tapi ia justru berada ditempat asing jauh dari Devon dan menjadi tawanan Dimas. Nazha bangkit membuka jendela dengan teralis besi, menatap danau kecil pemandangan yang indah tapi terasa hampa.Tiba-tiba pintu terbuka, Dimas ada di balik pintu menatap makanan yang belum disentuh Nazha“Kanapa kamu tidak mau makan , apa kamu ingin bayimu itu tewas sebelum lahir?”ujar Dimas dengan sorot mata dinginNazha menoleh ke arah Dimas.”Jika kamu peduli pada bayiku, antarkan aku kembali pada Devon,”mohon Nazha dengan tatapan penuh harap“Kenapa kamu menolak tawaranku, aku bersedia menjadi ayah dari bayi itu, kita hidup bersama bahagia,”bujuk Dimas berjalan mendekati Nazha“Aku dan Devon sudah saling mencintai, kenapa

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 74 Diculik

    Nazha terdiam mendengar pengakuan Dimas, bibirnya terasa terkunci, tak menyangka sedikitpun jika Dimas selama ini memendam rasa cinta pada dirinya.“Tapi aku tidak mencintaimu,”sahut Nazha pelanBrak! Dimas membanting sebuah vas bunga ke dinding, menatap tajam Nazha yang semakin ketakutan“Kenapa?Apa perhatianku selama ini kurang, aku mencintai sejak melihatmu di vila saat itu kamu datang mengetuk pintu, wajah cemasmu dan mata bening serta ketakutanmu waktu itu mampu membuat hatiku bergetar sejak saat itu aku ingin sekali melindungimu,”“Dimas..maafkan aku ,”“Kamu tidak perlu minta maaf, terima saja cintaku, ““Aku sudah menikah.”“Dulu waktu kamu bercerai dengan Reymon, aku juga telah menawarimu untuk menikah denganku, tapi kamu memilih Devon !”suara Dimas meninggiDimas semakin mendekati Nazha sementara Nazha mundur sedikit demi sedikit, tapi langkah Dimas semakin cepat dan kini sudah menarik tangan Nazha.“Ikutlah denganku!”“Tidak Dim, aku tak mau! Lepaskan!”teriak Nazha mulai

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 73 Karena Cinta

    Devon meninggalkan rumah Jamal, dahinya berkerut.“Apa Pak Devon serius akan memperkerjakan Jamal, dia itu preman?”tanya mandor“Aku serius, preman pun manusia, butuh kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak ‘kan?”“Anda benar.”Jeeb melintasi jalanan besar , Devon focus menyetir, setelah mengantarkan sang mandor sampai ke rumah, hari sudah malam, ia terlihat berbicang di ponsel dengan serius.“Besok temui aku di hotel,aku butuh bantuanmu mengambar sketsa wajah,”suruh Devon pada seseorang diseberang ponsel“Oke Pak Devon.”Waktu terus berlalu dan pagi itu Devon sudah berada di kamar hotel, bersama, sang mandor, Jamal, dan ahli gambar sketsa“Sebutkan semua ciri-ciri yang kamu lihat!”ucap sang pegambar dengan seriusJamal mulai menceritakan semua yang dilihatnya hingga tergambarlah sebuah sketsa wajah.Devon tampak serius mengamati gambar pria yang wajahnya tertutup masker dan memakai hoodie warna hitam‘Sial dia orang yang sama menyerangku di proyek mall beberapa waktu yan

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 52 Benarkah Diabaikan

    Pagi itu tak terlihat langit mendung, Devon sudah berangkat ke kantor,Nazha masih di dalam kamar demikian juga dengan Sheren. Hingga sebuah bel pintu membuat Nazha keluar kamar. Nazha melihat siapa yang datang, lalu ia membukakan pintu setelah tahu di luar pintu ada Andi.“Maaf Bu Nazha, saya ke s

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 51 Satu Atap

    Sheren memendam amarah atas perkataan Devon. “Aku mengandung anakmu, sedangkan Nazha mengandung anak pria misterius yang nggak jelas!”“Sheren aku tak mau berdebat denganmu, keluar dari kantorku, jangan kamu temui Nazha!”perintah Devon“Kamu harus bertangung jawab atas perbuatanmu, atau, aku sebark

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 50 Badai belum berlalu

    Nazha menutup pintu dengan sangat kencang, jantungnya berdetak cepat,amarahnya membuncah, bukan pada Devon tapi pada Sheren, dia merasakan jika Sheren memperdaya Devon, kisah orang tuanya akan terulang lagi dan ia tak akan menyerah begitu saja.Ceklek..pintu terbuka terlihat Devon diambang pintu m

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 49 Badai Semakin Kencang

    Nazha terdiam di dalam kamarnya, menyakinkan dirinya jika Sheren memang merencanakan hal buruk.’Kamu berhasil Sheren, tapi aku tak menyerah, selama Devon menyangkalnya aku tak menyerah pada tipu muslihatmu, kamu mengunakan taktik yang sama seperti ibumu ,’batin NazhaSementara itu Devon menghubungi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status