“Agatha, penggemar rahasiamu beneran penyelamat kita! Kita benar-benar diberkahi karena satu tim sama kamu. Coba kalau nggak ada kamu, sekarang kita pasti masih ngemper di pelabuhan setelah KO kena bus yang nggak nyaman banget.”Agatha mengerjap. “Maksudnya, Bang?”“Lah, masak kamu belum tahu? Ceileh, artisnya sendiri malah nggak ngeh. Sonya, jelasin.”Yang didapuk langsung bicara penuh semangat. “Dengar ya, Nona Cantik. Peletmu luar biasa. Si pasien jantung itu nungguin kita di luar.”Agatha melongok ke arah yang ditunjuk oleh rekannya. Sudah ada Adrian di sana, berdiri tepat di samping jip hitam metalik. Senyumnya terkembang lebar. Dua tangannya melambai ceria kepada Agatha.“Hah, kok dia bisa ada di sini?” Agatha terkejut. “Nggak kamu undang, Tha?” tanya Bang Deni.Agatha menggeleng. Saat itu Adrian berlari-lari kecil ke arahnya.“Mau ke Kota P, kan? Yok, bareng sama aku aja. Ketimbang kalian kelamaan nunggu kapal berangkat. Entar di sana kalian masih harus nyarter mobil lagi buat
Ler mais