“Ke sini, Manis. Jangan terlalu jauh dariku.” Agatha beringsut pelan. Tubuhnya lemas, tetapi inti tubuhnya justru membara. Dia mengayunkan tangan, berharap Damian bisa menenangkannya. Pria itu mengerti. Dia menyambut tangan Agatha, membelai kepalanya dengan lembut, lalu menciumnya. Itu ciuman yang sangat nikmat. Agatha baru pertama kali ini merasakannya, walau sudah berkali-kali dicium oleh pria itu. Tangan Agatha menjambak rambut di kepala belakang Damian. Tubuhnya gelisah. Dia menggelinjang, merapatkan diri ke badan Damian yang keras dan berotot. Lalu, …. Agatha tersentak. Dia membuka mata dengan linglung. Jantungnya berdebar-debar. Suasana di sekelilingnya sangat gelap. Dia menyapukan pandangan ke sekitar dan berteriak histeris saat melihat sesosok manusia duduk tepat di samping tempat tidurnya. “Sayangku, sudah selesai bermimpi?” Agatha mundur cepat-cepat. Butuh beberapa detik sampai dia mengenali, jika orang itu adalah Damian. “Damian, ngapain ke sini?” tanya Agatha
Read More