“Kalau orang nggak mau, jangan dipaksa dong...!” ucap Tiko coba melindungi Liana dan Salsa.“Siapa yang maksa? Aneh aja kamu Tiko... aku cuma mau ngajak mereka makan. Ayo Liana, Salsa, kita makan dulu di Solaria,” ajak Anji.“Sorry, aja... aku masih kenyang, lain waktu aja ya,” tolak Liana tanpa basa-basi.“Ya kalian temani aku makan saja, masak nggak bisa, paling sebentar,” pinta Anji lagi.“Nah, itu maksa namanya... orang udah bilang nggak bisa, kok malah maksa sih...” tegur Tiko.“Aku bisa beliin mereka tas 300 juta, masak nemenin makan aja nggak bisa, kan namanya nggak adil! Kamu mana bisa membelikan barang semahal itu, Tiko,” ucap Anji coba mengungkit kebaikan yang telah dia berikan.“Benar Anji sudah belikan kalian berdua tas?” tanya Tiko menegasi Salsa dan Liana.“Aku nggak minta, dia sendiri yang menawarkan,” ucap Liana.“Iya, aku juga sama, bahkan aku dipaksa untuk menerimanya,” tambah Salsa. Tiko hanya menggeleng, hatinya merasa tidak senang dengan sikap keduanya, tapi dia
Ler mais