Lamunan Yasmin pecah oleh dentuman halus tetesan air yang menghantam suntex blinds dengan irama yang tak beraturan. Hujan pagi itu turun dengan intensitas tinggi, membasuh bumi dengan aroma tanah basah yang pekat dan menusuk indra penciuman. Yasmin tersentak saat menyadari Adrian sudah berdiri tepat di sampingnya, menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan."Sayang... mengapa terkejut begitu? Aku suamimu, bukan hantu," kelakar Adrian dengan nada jenaka, mencoba mencairkan suasana yang sejak tadi terasa kaku.Namun, bagi Yasmin, lelucon itu terasa jauh dari lucu. Pikirannya seolah tersedot ke arah suara hujan yang semakin menderu di luar sana, memanggil-manggil ingatan yang terkunci rapat di sudut terdalam jiwanya. Tanpa sepatah kata pun, ia melangkah keluar kamar, menuruni tangga dna berjalan menuju pintu samping. Saat tangannya menyentuh gagang pintu, Adrian menahannya dengan genggaman lembut namun pasti."Di luar sedang hujan deras," cegah Adrian dengan nada khawatir yang nyat
Last Updated : 2026-03-07 Read more