"Pagi, Sayang..." Sapaan rendah nan serak khas bangun tidur menyapa indra pendengaran Yasmina.Ia mengerjapkan mata, berusaha mengumpulkan nyawa yang masih tertinggal di alam mimpi."Emm..." jawab Yasmina malas, masih ingin bergelung di balik selimut sutra yang hangat.Cup!Sebuah kecupan singkat namun tegas mendarat di bibirnya, membuat mata Yasmina seketika membelalak sempurna. Kantuknya hilang seketika, digantikan oleh detak jantung yang mendadak liar."Morning kiss, Sayang," ujar Adrian santai tanpa dosa.Ia menyeringai tipis sambil menunjuk ke arah bibirnya sendiri, seolah menagih balasan. Yasmina yang merasa wajahnya memanas segera memalingkan muka, pura-pura tidak mengerti dan mencoba bangkit dari tempat tidur. Namun, tenaga Adrian jauh lebih kuat; pria itu menahan pergerakan Yasmina dengan mengapit kaki istrinya di bawah selimut."Lepaskan! Ayo kita sholat subuh dulu," protes Yasmina.Adrian tidak bergeming, ia justru memasang wajah dingin yang dibuat-buat; ekspresi yang biasa
Last Updated : 2026-03-14 Read more