Di sebuah ruang yang tak berujung, di kedalaman alam bawah sadar yang sunyi, Yasmin menemukan dirinya berdiri di tengah kabut putih yang lembut. Segalanya terasa hangat, seperti dekapan sinar matahari di musim semi.Di sana, ia tidak sendirian. Yasmin berada dalam pelukan seorang laki-laki yang kehadirannya terasa begitu akrab di nadinya, namun wajahnya tertutup kabut tipis yang sulit ia tembus."Siapakah laki-laki ini?" Batin Yasmin bertanya.Ia mencoba menggerakkan bibirnya, namun tak ada suara yang keluar. Kerongkongannya seolah terkunci, memaksanya hanya bisa berkomunikasi melalui tatapan mata yang penuh kebingungan.Awalnya, Yasmin mengira sosok itu adalah Adrian. Postur tubuhnya tegap, bahunya lebar dan kokoh, tempat bersandar yang sempurna. Namun, saat ia mendongak, Nyssa menyadari perbedaannya. Jika ketampanan Adrian seperti gunung es yang megah namun tajam, laki-laki ini memiliki ketampanan yang lebih teduh, seperti telaga tenang yang menyejukkan jiwa."Astagfirullah, mengapa
Last Updated : 2026-03-05 Read more