Vandella perlahan menuntun Jovian mundur, melangkah menuju chaise lounge berbalut beludru kelabu mewah yang diletakkan tepat di depan dinding kaca raksasa. Pendar cahaya neon berwarna merah, ungu, dan perak dari gedung-gedung pencakar langit Hong Kong menembus kaca, memproyeksikan siluet lekuk tubuh mereka yang saling bertautan di dalam kamar temaram itu.Vandella duduk menyilang secara sensual di atas pangkuan Jovian, membiarkan paha mulusnya yang terekspos dari belahan tinggi gaun zamrudnya bergesekan langsung dengan paha kekar Jovian. Kain sutra tipis gaun itu seolah tak mampu menahan panas tubuh mereka yang seketika merambat liar. Tangan kanan Jovian yang besar merengkuh pinggul ramping Vandella, sementara jemari tangan kirinya yang bebas menyusup ke punggung terbuka Vandella yang mulus, mengusap kulit hangat itu dengan belaian yang luar biasa sensual."Aku sedang memikirkan tentang masa depan kita, Ian," gumam Vandella. Kata-kata itu meluncur begitu saja, terdengar santai namun m
Terakhir Diperbarui : 2026-06-10 Baca selengkapnya