"Adeline, nenek punya sesuatu yang penting untuk diberitahu. Kamu sudah dewasa sekarang, dan nenek tidak bisa melindungimu selamanya." Kalimat yang terdengar ambigu dan kini ia semakin yakin dengan pertanda yang muncul melalui hatinya. "Apa itu, Nek?" pertanyaan singkat yang terlontar begitu saja dari bibirnya. Lalu, tiba-tiba Adeline mencoba menerka-nerka keinginan neneknya, karena sebelumnya wanita paruh baya itu sering membahas hal terkait pernikahan. "Kamu akan menikah dengan Rivanno." Dan benar saja, pembahasannya tidak jauh dari dugaan Adeline. "Siapa itu? Jangan bilang itu teman bisnis nenek yang baru?!" ungkap Adeline. Sang nenek mengangguk kecil sambil tersenyum tipis. "Betul. Cucu nenek memang pintar." Adeline terkejut, wajahnya memucat. "Apa?! Tidak mungkin!" ia berteriak, suaranya bergetar. Sebetulnya Adeline belum siap mengenal pria manapun. Sekalipun menjalin hubungan, hanya siap sampai tahap pacaran. Jika ke tahap serius, ia masih merasa takut. Bayang-bayang
Last Updated : 2026-03-23 Read more