Rahasia di Balik Pernikahan

Rahasia di Balik Pernikahan

last updateLast Updated : 2026-03-27
By:  Clavita SAOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Adeline, wanita cantik mungil hidup dalam kehidupan yang hampir sempurna.  Namun, dibalik kesempurnaan yang tampak luar dengan status sosial yang tinggi itu rupanya menyimpan kisah kelam  yang membuat jalan hidupnya seolah berada dalam bara api. Dalam keputusasaan, ia terjebak dalam pernikahan dengan pria yang menjadi bayang-bayang kegelapan. Rivanno Ganendra, pria dingin dengan identitas rahasia di balik tatapan matanya yang gelap, demi menyelamatkan rahasia keluarga yang bisa menghancurkan segalanya. Apa jadinya jika pernikahan  tanpa cinta ini harus Adeline lalui? Akankah cinta datang di tengah kegelapan, atau hanya akan membawa kehancuran?

View More

Chapter 1

Bab 1 Hari Yang Berubah Selama-lamanya

"Adeline, nenek punya sesuatu yang penting untuk diberitahu. Kamu sudah dewasa sekarang, dan nenek tidak bisa melindungimu selamanya."

Kalimat yang terdengar ambigu dan kini ia semakin yakin dengan pertanda yang muncul melalui hatinya. "Apa itu, Nek?" pertanyaan singkat yang terlontar begitu saja dari bibirnya.

Lalu, tiba-tiba Adeline mencoba menerka-nerka keinginan neneknya, karena sebelumnya wanita paruh baya itu sering membahas hal terkait pernikahan.

"Kamu akan menikah dengan Rivanno."

Dan benar saja, pembahasannya tidak jauh dari dugaan Adeline. "Siapa itu? Jangan bilang itu teman bisnis nenek yang baru?!" ungkap Adeline.

Sang nenek mengangguk kecil sambil tersenyum tipis. "Betul. Cucu nenek memang pintar."

Adeline terkejut, wajahnya memucat. "Apa?! Tidak mungkin!" ia berteriak, suaranya bergetar.

Sebetulnya Adeline belum siap mengenal pria manapun. Sekalipun menjalin hubungan, hanya siap sampai tahap pacaran. Jika ke tahap serius, ia masih merasa takut. Bayang-bayang masa lalu membuatnya ragu untuk menikah.

Neneknya mencoba menenangkan, tapi Adeline tidak bisa mendengarkan. Dia merasa dunia ini seperti berputar sampai tidak bisa bernafas dengan tenang.

"K-kkenapa, Nek? Kenapa aku harus menikah sekarang?" tanyanya terbata-bata.

Neneknya menatap dengan mata sedih. "Karena itu yang terbaik untuk kamu saat ini, Adeline. Rivanno adalah pria yang baik. Dan dia ... bisa melindungi kamu."

"Tapi aku tidak mencintainya, Nek. Aku tidak tahu apa-apa tentang dia. Bahkan namanya pun baru aku dengar. Ditambah lagi ...," Adeline terdiam sejenak. "Ah sudahlah, Nenek tidak akan mengerti."

Neneknya mengambil nafas dalam-dalam. "Aku tahu, Adeline. Tapi terkadang kita harus melakukan pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar."

Sepertinya tidak ada pilihan. Dia merasa seperti terjebak dalam keputusan sang nenek yang sudah dibuat untuknya.

Di sela-sela pembicaraan, pintu ruang tamu terbuka dan seorang pria masuk. Dia berperawakan tinggi, dengan wajah yang dingin dan bermata tajam.

Tatapannya pertama kali langsung tertuju pada Adeline. Seketika membuat jantung Adeline berdetak lebih cepat begitu melihatnya.

Sontak Adeline segera berpaling ke arah yang berlawanan. "Apa-apaan dia menatapku begitu?" gerutunya dalam hati.

Adeline mengerlingkan matanya cepat. Bibirnya mengerucut dengan sepasang mata menyipit dengan raut muka datar.

"Duduk, Nak ...!" pinta Jollanita pada pria tampan yang baru datang itu.

Pria itu hanya menyeringai tipis ketika melihat Adeline. Tak ada yang bisa membaca isi pikiran pria tersebut.

Jollanita menoleh ke arah pria yang baru datang itu. "Nak Rivanno, ini cucu nenek yang waktu itu aku ceritakan padamu."

"Oh, jadi dia yang namanya Rivanno," celetuk pelan Adeline.

Adeline yang tidak suka dengan perjodohan ini membuatnya terus berpura-pura tidak melihat pria itu. Tak peduli jika ada yang menganggapnya sombong atau bahkan tidak sopan.

"Mentang-mentang kenal nenek, dia datang ke rumah ini begitu saja. Heh! Tidak bisa! Aku akan membuatmu tidak betah jika sampai menikah denganku!" batin Adeline, seraya mengerlingkan bola mata birunya.

Adeline memang memiliki mata biru indah, tak hanya itu, kulitnya juga putih dengan rambut agak pirang. Itu bukan karena diwarnai, melainkan karena Adeline keturunan bule Australia.

Banyak pria menginginkannya, tetapi Adeline tetap menutup hati dan belum bisa menerima pria manapun. Kekecewaan besar masa lalu menggembok hatinya. Ia selalu memasang tembok tinggi pada pria yang mendekatinya. Kecuali pada satu pria ....

Kring, Kring!

Di sela-sela pembicaraan yang tengah berlangsung, ponsel Adeline berbunyi.

"Nek, aku harus jawab telepon sebentar. Nanti ku kembali lagi," ungkapnya girang, menyambar ponsel yang tergeletak di meja dan pergi dari hadapan mereka.

"Ck! Ck! Ck! Pasti dia lagi!" gumam Jollanita, mengerlingkan mata sembari memegang samping kepalanya. "Ya ampun."

Setelah menemukan tempat sepi, ia pun baru berbicara.

["Kau pasti menunggu cukup lama. Maaf, tadi aku harus mengurus kucing anggora dulu," kata Adeline dengan nada berbisik.]

[ "Hah! Sejak kapan kamu pelihara kucing! Bukannya alergi bulu?!"]

[Sudah, sudah. Jangan meledekku begitu. Nanti aku hubungi lagi. Sekarang aku tidak punya banyak waktu. Bye."]

Usai pembicaraan singkatnya di telepon, Adeline kembali dengan wajah yang lebih ceria, seolah telah menemukan ruang untuk membuang masalah di harinya.

"Bagaimana, Nek? Apa yang sudah aku lewatkan selama beberapa menit ke belakang?"

Jollanita geram dengan sikap Adeline yang suka pergi sesuka hati di tengah pembicaraan penting. Tanpa sadar, sorot matanya tertuju pada ponsel yang ada di genggaman Adeline dan mengambilnya.

"Nenek ...!" tegur Adeline, kesal.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status