Jerico duduk di kantornya dengan wajah muram. Dia mengangkat telepon di meja dan menekan nomor ekstensi asistennya, Yurik."Yurik, masuk ke ruanganku," kata Jerico. Suaranya tertahan, dingin dan berbahaya.Beberapa menit kemudian, Yurik mengetuk pintu lalu masuk. "Pak Jerico, ada yang bisa dibantu?""Aku ingin kamu mengutus seseorang ke Kota Rongin." Jerico menatapnya langsung. "Awasi situasi di sana. Kalau ada sesuatu yang nggak beres, langsung laporkan padaku."Yurik sedikit bingung, tetapi tetap mengangguk. "Baik, akan aku atur sekarang juga. Ada hal khusus yang harus aku perhatikan?""Rhea sedang perjalanan bisnis di sana, bersama Arieson." Jari Jerico mengetuk meja perlahan. "Aku ingin tahu setiap gerakan mereka."Yurik langsung mengerti maksud di balik perintah itu. "Baik, aku akan mencari orang yang paling bisa dipercaya."Jerico melambaikan tangan, memberi tanda bahwa dia boleh pergi. Setelah Yurik keluar, Jerico kembali duduk sendirian di ruangannya. Hanya dengan membayangkan
Ler mais