Melihat Rhea tersenyum, Arieson dan Tio berjalan mendekatinya. Tio memasang senyum profesional dan lebih dulu menyapa."Kebetulan sekali, Bu Rhea. Kamu juga makan malam di sini?""Iya, aku ada janji dengan seorang teman," jawab Rhea sambil mengangguk sopan. Tatapannya sempat berhenti sejenak pada Arieson.Tio merasakan suasana di antara mereka agak canggung, jadi dia segera berkata, "Kebetulan sekali. Bu Rhea, aku akan mengambil mobil dulu. Bisa tolong bantu temani bos kami sebentar? Dia minum cukup banyak malam ini."Rhea menoleh melihat Arieson. Meski pipinya memang agak memerah, matanya terlihat jernih dan langkahnya stabil, sama sekali tidak seperti orang yang mabuk.Dengan sedikit heran dia berkata, "Tapi Arieson kelihatannya ....""Memang seperti ini kalau bos kami minum," Tio cepat-cepat menjelaskan. "Walaupun kelihatannya biasa saja, sebenarnya dia sudah minum cukup banyak. Aku khawatir, nggak aman kalau dia sendirian."Mengingat bagaimana Arieson pernah menyelamatkannya di Ko
Ler mais