Sekitar empat puluh menit perjalanan, Maybach hitam itu akhirnya meluncur masuk ke area basement hotel. Begitu selesai memarkirkan mobil, Samudera mematikan mesin V8 mobil tersebut.“Kita udah sampai, Sayang,” bisik Samudera sangat lembut pada istrinya yang memejamkan mata sejak dalam perjalanan.Seraphine membuka kelopak matanya perlahan. Ia membenarkan tatanan rambutnya sebentar, mengambil topi serta tas tangannya, lalu bersiap membuka pintu mobil. Namun, Samudera bergerak lebih dulu. Ia melompat keluar dari kursi kemudi, memutar dengan langkah lebar, dan membukakan pintu untuk istrinya.“Sini, Sayang,” ujar Samudera mengulurkan tangannya di udara.Seraphine menatap kedua mata Samudera sejenak, sebelum menyusupkan jemari lentiknya ke dalam sela-sela jemari Samudera. Ia membiarkan telapak tangannya mendapatkan kehangatan dari genggaman jemari suaminya.Dada Samudera berdesir hangat. Senyuman tulus yang sangat tampan terukir di wajahnya. Pria itu mengencangkan genggaman tangannya deng
Ler mais