Seraphine duduk bersandar pada tumpukan bantal beludru di kamar utama kediaman mereka. Pencahayaan di sekitarnya dibiarkan temaram, hanya diterangi oleh lampu tidur warm white berbentuk silinder di atas meja sisi tempat tidur.Ia mengenakan piyama satin berwarna abu-abu gelap berlengan panjang dengan kancing yang masih tertutup rapi. Meskipun suaminya telah memberikan ‘perintah’ beberapa menit yang lalu, namun gengsi dan harga diri Seraphine membuatnya sempat ragu untuk langsung menanggalkan pakaiannya begitu saju.Layar ponsel di pangkuannya menyala terang, menampilkan panggilan video masuk dari suaminya. Tanpa membuang waktu, Seraphine menerima sambungan itu. Seketika, layar ponsel itu menampilan pemandangan yang membuat debaran jantungnya melonjak dua kali lipat.Di seberang sana, Samudera tidak sedang duduk di atas ranjang. Pria itu berdiri di dekat jendela kaca. Suaminya sepenuhnya shirtless tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh bagian atasnya.Sepasang mata tajam Samudera meny
Read more