Ban kendaraan taktis yang membawa mereka mencicit tajam di atas aspal basah lobi apartemen. Begitu pintu terbuka, bau mesiu dan ozon langsung menyergap indra penciuman Ayla yang kini seratus kali lebih tajam.Puluhan pasukan khusus klan Alexander, dengan seragam hitam legam dan senjata laras panjang, berdiri dalam formasi perimeter yang tak tertembus. Namun, di balik topeng taktis mereka, Ayla bisa merasakan ketakutan yang samar, sebuah rasa ngeri terhadap aura yang dipancarkan oleh Xavier.Xavier melangkah keluar seperti badai yang terperangkap dalam tubuh manusia. Ia tidak bicara, namun setiap langkahnya membuat udara di sekitarnya seolah bergetar.Ia menarik Ayla masuk ke dalam lobi yang telah dikosongkan, menuju ruang persiapan pribadi di lantai dasar sebelum mereka naik ke lantai atas yang telah dikuasai musuh.“Xavier, suasananya... berbeda,” bisik Ayla, jemarinya gemetar saat merasakan tekanan energi di gedung itu.“Ini adalah wilayah perang, Ayla. Jangan dengarkan suara angin
더 보기