Suara genderang kulit menjalar dari gerbang depan Safe House, menciptakan getaran ritmis yang memuakkan di ulu hati Ayla.Di bawah sana, di aula besar yang biasanya sunyi, aroma kemenyan dan minyak esensial kuno membumbung tinggi.Rombongan dewan tetua, yang hanya beberapa hari lalu datang dengan ancaman, kini kembali membawa nampan emas berisi buah-buahan eksotis, kain sutra persembahan, dan simbol-simbol kesuburan yang mereka anggap suci.Xavier berdiri di ambang jendela besar, menatap ke bawah dengan rahang yang mengatup rapat. Ia bisa mendengar sorak-sorai para prajurit yang terpengaruh oleh euforia para tetua. Bagi mereka, kehamilan Ayla adalah validasi atas kekuasaan klan Alexander.“Dengar suara mereka, Xavier,” bisik Ayla dari atas ranjang. Suaranya terdengar jauh lebih tipis dari biasanya. “Mereka merayakan sebuah kehidupan yang bahkan belum memiliki bentuk, seolah-olah aku sudah tidak ada lagi di sana.”Xavier berbalik secepat kilat. Ia melihat Ayla bersandar pada tumpukan b
Leer más