Ranjang Panas Istri Kontrak sang Alpha

Ranjang Panas Istri Kontrak sang Alpha

last updateLast Updated : 2026-03-03
By:  Senja BerpenaOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
7Chapters
7views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Demi pengobatan ibu angkatnya, Ayla terpaksa menjual kebebasannya dalam pernikahan kontrak dengan Xavier, CEO dingin yang ternyata seorang Alpha haus darah. ​Ayla tak menyadari bahwa ia adalah sang Luna, sementara Xavier sengaja menolak mengklaimnya demi menyembunyikan kelemahan terbesar di balik gairah ranjang yang membara. ​Di antara kontrak yang mengikat dan insting serigala yang liar, mampukah Ayla bertahan sebelum rahasia gelap sang Alpha menghancurkan hidupnya?

View More

Chapter 1

Bab 1. Hitam di Atas Putih

“Tanda tangani, atau biarkan ibumu mati tanpa sempat melihat matahari besok pagi.”

Xavier Alexander duduk di balik meja mahoni besarnya yang mengilat seraya menatap Ayla dengan tatapan predator yang telah memojokkan mangsanya. Di atas meja, sebuah map biru tua tergeletak, sebuah kontrak yang lebih mirip vonis daripada kesepakatan bisnis.

Ayla tampak gemetar. Ujung jarinya mendingin saat menatap lembaran kertas putih di hadapannya. “Lima miliar,” bisiknya parau.

“Ya. Dan aku tidak suka membuang waktu, Ayla. Rumah sakit sudah menghubungiku. Tim dokter bedah hanya menunggu konfirmasi pembayaran sebelum mereka memindahkan ibumu ke ruang operasi malam ini. Tanpa tanda tanganmu di atas materai itu, mereka tidak akan menyentuh pisau bedah.”

Ayla menelan ludah yang terasa menyumbat tenggorokannya ketika mendengarnya. Dia adalah seorang sekretaris junior di Alexander Group, baru bekerja selama satu tahun di sana.

Minggu lalu, ibunya jatuh pingsan karena gagal jantung akut. Biaya operasinya astronomis, jauh melampaui apa yang bisa dicover oleh asuransi kantor.

Dan sang CEO dingin dan memiliki tatapan tajam itu akhirnya memanfaatkan kelemahan Ayla untuk dia jadikan sebagai istri kontrak demi kebutuhannya—menjadi pewaris di perusahaan tersebut.

“Tapi, Tuan. Saya hanya ingin meminjam uang saja pada Anda. Tidak untuk menjadi istri kontrak Anda.”

Xavier mendengus pelan. “Sayangnya aku bukan rentiner yang bisa kau pinjam sesuka hatimu. Kau butuh uang itu untuk nyawa ibumu. Itu jaminan kesetiaan yang jauh lebih kuat daripada cinta atau kesepakatan politik mana pun,” jawab Xavier yang kini berdiri tepat di belakang Ayla.

“Kakekku menuntut sebuah pernikahan agar aku bisa mengambil alih seluruh saham keluarga bulan depan. Aku tidak butuh istri yang mencintaiku. Aku butuh properti yang patuh. Dan itu adalah kau!”

Ayla memejamkan matanya dan tidak bisa membantah. Keadaan ekonomi telah merampas harga dirinya sebelum dia sempat membela diri. Xavier tidak mau meminjamkan uang itu secara cuma-cuma

“Buka matamu, Ayla. Lihat kontrak itu,” perintah Xavier dingin yang kini berada lebih dekat dengannya.

Ayla bisa merasakan hawa panas yang memancar dari tubuh pria itu. Dia mencoba menggerakkan tangannya untuk mengambil pulpen, namun seluruh ototnya terasa kaku. Ketegangan di ruangan itu terasa begitu pekat, seolah oksigen telah ditarik keluar.

Xavier tidak berhenti di sana. Dia membungkukkan punggungnya, kemudian menumpukan kedua tangannya di pinggiran meja, mengurung tubuh mungil Ayla di tengah-tengah lengannya.

Tiba-tiba, Ayla merasakan napas hangat Xavier menerpa kulit lehernya yang terbuka.

Dia merinding hebat. Xavier mendekatkan wajahnya, seolah sedang menghirup dalam-dalam aroma tubuh Ayla, seperti serigala yang menandai wilayahnya.

“Kenapa kau gemetar, Ayla?” bisik Xavier hampir menyentuh daun telinga Ayla.

Ayla hanya bisa menelan salivanya dengan pelan. Jantung Ayla berdegup kencang, menghantam rongga dadanya hingga terasa sakit.

Dia merasa terhina oleh kontrak pernikahan ini, namun di sisi lain, dominasi Xavier yang begitu mentah membuatnya terpaku di tempat.

Dia benci pada fakta bahwa tubuhnya merespons kehadiran pria itu dengan cara yang tidak bisa dia kendalikan.

Xavier menjauh sedikit, namun tatapannya tetap mengunci Ayla dari samping. “Tanda tangani sekarang. Maka uang lima miliar akan masuk ke rekening rumah sakit dalam sepuluh menit ke depan.”

Ayla meraih pulpen itu dengan tangan yang masih gemetar. “Hanya satu tahun?” tanyanya memastikan.

“Tiga ratus enam puluh lima hari. Selama itu, kau harus memerankan peranmu sebagai Nyonya Alexander dengan sempurna di depan publik. Tidak boleh ada skandal. Tidak boleh ada pria lain.”

“Dan setelah itu?”

“Setelah itu, kau bebas. Kau punya uangmu, ibumu selamat, dan aku mendapatkan sahamku,” Xavier berbicara seolah ini hanyalah transaksi jual beli barang bekas.

Ayla menarik napas panjang, tengah mencoba menenangkan badai di dalam dirinya. Dia memikirkan ibunya yang terbaring lemah di ruang ICU, dikelilingi kabel-kabel yang menjadi penyambung nyawa. Ia tidak punya waktu untuk memikirkan moralitas.

Dengan satu goresan cepat, Ayla menandatangani kontrak tersebut. Tinta hitam itu seolah menyerap seluruh masa depannya.

Xavier mengambil dokumen itu dengan senyum kemenangan yang tipis, hampir tak terlihat.

Lalu menutup map tersebut dan melemparnya kembali ke laci meja. Ruangan itu kembali hening, namun ketegangannya tidak sedikit pun berkurang.

“Pilihan yang cerdas,” ujar Xavier lalu kembali mendekat, dan kali ini tangannya meraih dagu Ayla, memaksa gadis itu menatap langsung ke matanya yang gelap dan tajam.

Ayla menatap mata itu dan tidak menemukan setetes pun empati di sana. Hanya ada kekuasaan mutlak.

“Ingat satu hal, Ayla. Kontrak ini bukan hanya tentang nama di atas kertas,” Xavier menurunkan nada suaranya hingga menjadi bisikan yang dalam dan berbahaya.

Kemudian mendekatkan wajahnya kembali ke leher Ayla, dan berhasil membuat gadis itu menahan napas. “Mulai detik ini, kau adalah milikku secara total. Tidak ada rahasia, tidak ada privasi yang kau sembunyikan dariku!”

Ayla meremas roknya sendiri, menanti apa yang akan dikatakan pria itu selanjutnya. Dia tahu ini baru permulaan dari neraka yang dia pilih sendiri demi keselamatan ibunya.

Xavier memberikan tatapan terakhir yang membuat Ayla merasa seolah-olah seluruh pakaiannya telah dilucuti. Kemudian berbisik pelan, tepat di depan bibir Ayla yang bergetar.

“Satu tahun, Ayla. Kau milikku di kantor, dan terutama ... di ranjangku.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status