"Mau ke mana dia?"Batin Cristal mengikuti langkah kaki Felix. Rasa penasaran semakin besar Cristal rasakan ketika Felix berhenti di depan sebuah ruangan. Ruangan yang membuatnya penasaran. "Bukankah ruangan itu?" Cristal melihat sekeliling. Rasa penasaran semakin besar di dalam hatinya. "Apakah ruangan itu adalah kelemahan tuan Felix?" Cristal mendekat. Dia berdiri di depan pintu. Bahkan tangannya menyentuh gagang pintu. "Berani sekali kamu." Suara berat itu menghentikan tangan Cristal. Gadis itu menoleh dengan wajah pucat. Dia mulai ketakutan ketika netranya terpaku pada Felix yang menatap dirinya. Tatapannya itu seakan-akan ingin menguliti dirinya. "Rupanya nyalimu besar sekali."Ketus Felix kembali. Tubuh Cristal semakin bergetar. Dia sama sekali tidak tahu mengapa Felix tiba-tiba berada di belakangnya. Cristal mengira jika Felix ada di dalam ruangan itu. Dia hanya berpaling sebentar untuk memastikan tidak ada siapa pun di sana. "Maafkan saya tuan. Saya tid
Last Updated : 2026-07-05 Read more