로그인Cristal seorang gadis yang di bawa paksa oleh seorang mafia yang bernama Felix. Dia harus berperan sebagai istri dari Felix. Dia melakukan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Namum karena hal itu, takdir membawanya menemukan cinta abadi dan sebuah rahasia tentang kedua orang tuanya dan mafia itu. Bagaimana kisah selanjutnya?
더 보기Roma...
Di sebuah desa di roma. Sebuah keluarga kecil hidup dengan damai. Seorang gadis sedang duduk di ruang tamu menonton tv bersama dengan kedua orang tuanya. Sesekali gadis itu tersenyum melirik ke arah kedua orang tuannya. Di matanya terpancar kebahagiaan yang begitu besar. Gadis 23 tahun itu bernama Cristal Alexander. Kehidupan gadis itu begitu damai dan tenang bersama dengan kedua orang tuanya. Hidup di desa adalah tempat ternyaman bagi Cristal dan kedua orang tuanya. Sesekali tawa bahagia terdengar dari luar rumah. Suasana malam yang begitu tenang. Menjadi saksi bagaimana kehidupan Cristal bersama dengan orang tuanya. Wajahnya yang cantik menjadikannya primadona di kalangan para pemuda. Tapi itu bukan sesuatu hal yang membuat Cristal sombong. Dia tetap menjadi gadis yang sederhana dan baik hati. Selama 23 tahun, Cristal hidup di desa dengan tenang. Tok...Tok... Ketukan pintu mengalihkan perhatian keluarga kecil itu. Cristal melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tidak biasanya seseorang mengetuk jam segini. Cristal bangkit dari kursinya tapi ayahnya menghentikannya. "Biar ayah."Ujar pria paruh baya itu menahan tangan putrinya. Cristal tersenyum. Gadis itu kembali duduk. Gadis itu kembali melihat ke arah tv. Beberapa menit kemudian. Ibu Cristal bangkit dari kursinya. Wanita paruh baya itu menyusul suaminya. Cristal menoleh. Gadis itu menatap kepergian ibunya selama beberapa menit sebelum kembali melihat ke arah tv. Suasana yang begitu tenang membuat Cristal sedikit khawatir. Tidak ada suara yang terdengar. Kedua orang tuanya sudah keluar selama beberapa menit lamanya. Tapi mereka tak kunjung kembali. Cristal menoleh ke arah pintu. Perasaan was-was mulai ia rasakan. Beberapa menit kemudian. Gadis itu bangkit dari tempat duduknya Gadis itu memutuskan untuk menyusul kedua orang tuanya. Dia bangkit dari tempat duduknya. Dia melangkahkan kakinya dengan pelan. Jantungnya berdegung kencang. Tidak ada suara yang terdengar. Hal itu semakin membuatnya khawatir. Cristal membuka pintu. Netranya langsung tertuju kepada noda merah yang ada di lantai. Kedua orang tuanya terbujur kaku di depan pintu. Tubuhnya membeku. Wajahnya seketika pucat. Buliran bening membasahi wajah cantiknya. Cristal terus melangkah keluar mendekati kedua orang tuanya yang terbujur kaku di lantai. Suasana desa begitu tenang. Tidak ada satu pun orang yang lewat. Cristal memeluk tubuh kedua orang tuanya yang kaku dan terasa dingin. Darah segar mengalir dari luka tembak tepat di jantung mereka. Tanpa Cristal sadari jika seseorang sedang duduk santai sambil menatap ke arah dirinya. Tatapan pria itu cukup tajam Tidak ada rasa iba yang terlihat di matanya. Yang ada hanya ada hanya tatapan yang tidak bisa di artikan. Gemuruh petir mulai terdengar. Bersamaan dengan turunnya hujan mengguyur desa itu. Cristal semakin terisak. Malam ini adalah malam ulang tahunnya yang ke 23. Mereka baru saja merayakannya. Bayang-bayang tawa kedua orang tuanya terlintas di benaknya. Tapi kini semua itu telah menjadi kenangan. Kini Cristal hanya memeluk mayat kedua orang tuanya yang berlumuran darah. Tubuh hangat itu kini perlaha -lahan berubah dingin. Cristal histeris memeluk kedua orang tuanya bersamaan dengan hujan yang mengguyur desa itu. Hatinya hancur berkeping-keping. "Siapa yang tega melakukannya?"Lirihnya dengan berlinang air mata. Dia seorang diri di tengah hujan. Tidak ada siapa pun. "Kamu sudah puas memeluk mereka?" Cristal membeku di tempatnya. Rupanya dia tidak seorang diri. Ada orang lain yang ada di rumah mereka. Perlahan-lahan Cristal menoleh. Netranya langsung tertuju kepada pria yang sedang duduk santai menatap dirinya. Tangan pria itu memegang pistol. Deg... Cristal merasakan gugup. Suaranya seakan tercekat di kerongkongan. Nafasnya terasa berat. Netranya terus menatap wajah pria yang di kelilingi oleh beberapa pria berjas serba hitam. Tatapan mereka semua begitu menakutkan. Cristal semakin ketakutan. Netranya kembali menatap ke arah pria yang sedang duduk di kursi. Wajah pria itu cukup tampan tapi tatapannya begitu tajam dan dingin. "Mereka bukan orang tua mu." Ujar pria itu dengan suara beratnya. Cristal membeku di tempatnya. Pria itu tersenyum menyeringai. Dia melihat ketakutan yang begitu besar di mata gadis di hadapannya. Pria itu sama sekali tidak merasa kasihan. Membunuh sudah hal biasa baginya. Tidak pernah ada perasaan iba yang ada di dalam hatinya karena membunuh seseorang. Cristal terhuyung ke belakang. Bagaimana bisa ada seseorang yang tidak punya hati. Tapi Cristal tidak akan pernah menyangka jika setelah kejadian malam ini. Kehidupannya akan berubah. Pria itu mendekat. Dia menarik wajah Cristal mendekat. Hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Felix menatap wajah Cristal begitu intens. "Sangat mirip. Siapa yang akan menyangka jika kamu bukan dia." Gumam pria itu mendorong Cristal. Cristal sama sekali tidak mengerti siapa yang di maksud oleh pria di hadapannya itu. Pria itu melempar selembar foto tepat di wajah Cristal. Cristal tersentak. Dia meraih selembaran foto itu. Dia menatapnya hingga dia menautkan kedua alisnya. "Wajahnya." Gumam Cristal. Wajah mereka berdua begitu mirip tapi Cristal tahu jika itu bukan dirinya. Lalu siapa wanita di foto itu? Seperti itulah pertanyaan di benak Cristal saat ini. "Kamu mengenalnya?" Cristal menggelengkan kepalanya. "Tidak tuan."Jawab Cristal dengan berlinang air mata . "Tentu saja. Kamu di culik oleh mereka dan membesarkamu seperti anak mereka sendiri." Cristal menggelengkan kepalanya. Dia tidak akan percaya dengan hal itu begitu saja. "Itu tidak mungkin tuan. Mereka adalah orang baik. Tuan lah yang tidak memiliki hati karena membunuh mereka tanpa rasa bersalah. Tuan tidak punya hati." Teriak Cristal berlinang air mata. Plak... Cristal terjatuh ke belakang. Wajahnya terasa begitu perih. " Tidak ada satu pun orang yang berani meninggikan suaranya di hadapan ku. Kamu harus ingat hal itu."Ujar pria itu mendekati Cristal. Sorot matanya begitu tajam. Cristal memundurkan tubuhnya. Gadis itu ketakutan. Dia tidak tahu laki-laki seperti apa di hadapannya itu. Cristal melihatnya sebagai laki-laki yang kejam dan tidak berprasaan. Pria tersenyum memegangi wajah Cristal. Senyuman itu semakin membuat Cristal gemetar. Dia begitu ketakutan dengan pria di hadapannya itu. "Apa salah ku tuan? Kenapa anda melakukan ini kepada kami?" Lirih Cristal dengan suara yang bergetar. Pria itu tertawa terbahak-bahak. Tapi detik berikutnya, pria itu diam dan kembali mendekat. Cristal kembali merasakan tangan yang menampar wajahnya itu kembali menyentuhnya. Tatapan pria di hadapannya itu begitu berbeda. "Kamu hanya perlu patuh kepada tuan kami maka kamu akan baik-baik saja." Tubuh Cristal semakin bergetar. Dia sama sekali tidak tahu apa yang di maksud oleh pria di hadapannya itu. "Bawa dia." Perintah pria itu. Cristal di bawa paksa masuk ke dalam mobil. Ia merasakan sesuatu yang cukup keras mengenai kepalanya. Cristal menoleh. Rupanya itu adalah lengan seorang pria. Netranya langsung tertuju kepada pria yang begitu tampan. Sorot matanya lebih tajam daripada pria yang menamparnya. "Apa kamu yang melakukannya? Apa kamu yang membunuh orang tua ku?"Lirih Cristal. "Memangnya kenapa jika aku yang melakukannya?" Cristal membeku di tempatnya. Suara berat dari pria di sampingnya itu semakin membuatnya gemetar. Mendengar hal itu. Cristal berusaha membrontak. Tapi cengkraman tangan pria di sampingnya itu lebih menyakitkan dari tamparan yang di terima tadi. "Lepaskan aku tuan."Lirih Cristal memukul lemah tangan kekar pria itu.Cristal menoleh kepada suaminya yang tanpa ekspresi setelah mengatakan hal itu. Cristal hanya ikut tersenyum kecil. "Ada apa dengan mu sayang? Ini hari bahagia mereka."Cristal berbisik kepada suaminya. "Tidak apa-apa. Hanya saja semuanya seperti mimpi bagiku." Felix mengenggam tangannya. "Kamu akan terbiasa dengan semua ini sayang." "Semoga sayang." Tuan Salvatore menghampiri mereka berdua. "Setelah mendengar Laura hamil. Kakek juga berharap jika kalian berdua segera memiliki penerus." Cristal hanya tersenyum kecil. "Itu sudah pasti."Jawab Felix dengan percaya diri. Cristal hanya menggelengkan kepalanya. Satu minggu berlalu setelah pernikahan Laura dan Dante. Semua orang kini berada di villa tuan Salvatore. Pria tua itu menjamu cucunya. Pria tua itu terlihat begitu bahagia saat melihat kedua cucunya telah memiliki pendamping yang bisa di andalkan. Para musuh semakin tidak ada yang berani. Para mafia terkuat bersatu. Ketiga pria berbeda usia itu mengobro
Tuan Salvatore menghirup udara sebanyak-banyaknya dan tersenyum. "Usia ku sudah tidak muda lagi. Entah kapan tuhan memanggil ku. Kakek harap kalian berdua bahagia. Itu adalah harapan kakek saat ini." Sementara itu, di ruang tamu. Laura menundukkan wajahnya. "Sejak kapan kamu tahu?" "Sejak awal. Aku hanya tidak berani mengatakannya. Kamu selalu ingin kembali kepada Felix." "Kamu sudah tahu kebenarannya?" Dante hanya tersenyum kecil. "Melihat mu tersenyum. Itu artinya kamu sudah tahu." "Sudahlah, yang berlalu biarlah berlalu." Dante menatap Laura. "Bagaimana dengan rencana kita? Kamu tidak setuju dengan keputusan ku?" Laura terdiam sejenak. "Apa lagi yang aku cari? Aku hamil anak mu. Siapa laki-laki yang bersama ku di saat aku mengandung anak orang lain." Dante mendekat dan memeluk Laura. "Maaf, aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya takut kamu benar-benar pergi meninggalkan ku." Laura tersenyum kecil. Begitu juga dengan Dante. "Aku akan mengurus se
Laura dan Cristal mulai mengobrol di bangku taman. Sementara itu, Di ruang tamu. Kedatangan Dante mengubah suasana. Tampaknya kedatangan pria itu membuat Felix dan tuan Salvatore terkejut. Tatapan tidak suka dari tuan Salvatore sangat jelas ketika Dante duduk di hadapan mereka. "Apa ini di sebut sopan tuan Dante?" Dante tersenyum kecil mendengar pertanyaan tuan Salvatore. "Aku berubah pikiran tuan. Aku tidak akan melepaskan Laura. Sepertinya selama ini aku menganggap remeh dirinya. Aku mencintainya."Ujar Dante tanpa basa basi. Felix tersenyum miring. Sudah dia duga jika Dante menyukai Laura bukan sekedar main-main saja. "Sepertinya kamu sudah mulai menerima kenyataan."Sindir Felix. Dante hanya tersenyum menatap orang yang pernah begitu dekat dengannya tapi kini menjadi musuhnya. "Jadi kamu menyukai Laura. Apa dia juga memiliki perasaan yang sama?" Pria tua itu menatap Dante. Wajah Dante memang tampan tapi sebuah perasaan tidak bisa di paksakan. Tuan Salvatore t
Cristal memeluk tuan Salvatore. Rasanya sedikit canggung memeluk sosok pria yang begitu di hormati. Tapi kenyataan yang membawanya melakukan hal itu. Siapa yang menyangka jika pria tua di hadapannya itu adalah kakeknya. Tuan Salvatore melerai pelukannya. "Apa tuan Felix memperlakukan mu dengan baik nak?" Cristal tersenyum. Senyuman itu seakan mengartikan semuanya. "Awal kenal, dia membawa ku dengan paksa. Bahkan dia membunuh kedua orang tua ku. Siapa yang menyangka jika mereka bukan orang tua kandung ku. Karena hal itu, aku membencinya. Aku bahkan menganggap jika dia adalah orang yang sangat kejam. Tapi setelah kebenaran terungkap. Kini aku menyadari satu hal. Dia melakukan semua itu demi menghadapi dunia yang kejam ini. Dia punya masa lalu yang cukup berat selama ini." Mata Cristal tampak berkaca-kaca mengatakan hal itu. "Tuan Felix harus tetap memperjuangkan haknya. Dia harus kejam demi bertahan di dunia ini."Ujar tuan Salvatore. "Aku mengerti kek. " Percakapan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰