Pintu kamar tertutup rapat di belakang mereka, menyisakan cahaya remang dari lampu tidur yang temaram. Begitu kayu pintu itu menutup, Sinta tak lagi menahan diri. Kedua tangannya merambat naik ke leher Rama, menarik wajah pemuda itu mendekat hingga tak ada jarak tersisa."Lanjutin yang tadi di gudang ya, Mas..." bisiknya parau, napasnya memburu dan hangat menyentuh bibir Rama.Rama tak menjawab. Ia langsung merengkuh pinggang ramping itu erat, menarik tubuh Sinta hingga menempel sempurna pada tubuhnya sendiri. Bibirnya melumat bibir Sinta dengan lapar, seolah menebus segala penantian sepanjang siang, segala rasa yang tertunda pagi tadi, dan segala rindu yang tak pernah habis terucap.Ciuman itu dalam, panas, dan penuh kepemilikan. Sinta mendesah lirih di dalam mulut Rama, kakinya seketika terasa lemas jika saja tidak disangga oleh lengan kekar pemuda itu.Tangan-tangan mereka bergerak liar, saling melepaskan ikatan pakaian yang terasa menghalangi. Daster tipis itu meluncur jatuh ke l
Última actualización : 2026-08-09 Leer más