"Gede juga ya, Mas..."Rama menoleh cepat, alisnya bertaut. "Apanya?"Sinta terkekeh, matanya turun memandangi cangkul di tangan Rama, lalu perlahan naik menatap dada bidang cowok itu yang basah oleh keringat. "Lahannya lah, Mas. Kenapa? Udah lemes aja sih?”Rama memutar bola matanya malas. Wanita di hadapannya ini siapa, sih? Mengganggu saja. Namun, sekeras apa pun Rama mencoba abai, pandangannya justru terpaku pada sosok wanita desa di depannya. Wanita itu memakai daster ketat yang agak basah oleh sisa embun dan keringat pagi, melekat erat hingga mencetak jelas lekuk dadanya yang padat. Potongan dasternya yang pendek di atas lutut mengekspos paha seputih susu yang tampak kontras dengan tanah sawah. "Mas, Mas cucunya Nenek Ratna ya? Yang dari kota itu ya? Kok pagi-pagi udah nyangkul aja sih," cerocos gadis itu lagi, sengaja memiringkan kepalanya dengan tatapan mata yang berani mengabsen lekuk tubuh atletis Rama.Ujung lidahnya sekilas membasahi bibir bawahnya yang penuh, sebuah k
Last Updated : 2026-06-12 Read more