Perjalanan menuju Gunung Xingluo bukanlah perjalanan biasa.Langit mendung sejak awal. Kabut menggulung tebal di lerengnya, dan jalur sempit berliku dipenuhi bebatuan licin. Hujan mulai turun deras. Tanah menjadi lumpur. Petir menyambar di kejauhan.Zhang Lei terus berjalan, menggendong Long Wei di pelindung kain. Giginya gemeretuk, pakaiannya basah kuyup, tapi kakinya tak berhenti melangkah.Setiap langkah terasa berat, seakan dunia menolaknya naik ke puncak suci itu.Lalu, cobaan dimensi pun datang.Di tengah jalan setapak yang menanjak, kabut membelah dan terbentuklah portal bercahaya biru. Di dalamnya tampak penjara tua.Zhang Lei menatap… ayahnya.Ayahnya duduk lemas, dirantai, tubuhnya kurus, mata yang dulu tajam kini kosong.“Anakku… kau di mana… kenapa kau tinggalkan Ayah…”Zhang Lei terdiam, dadanya nyeri.Lalu portal lain terbuka di sampingnya. Ibunya. Di sebuah club malam, tertawa pa
Terakhir Diperbarui : 2026-04-12 Baca selengkapnya