Seketika, seluruh darahku terasa mendidih. Tubuhku gemetar tak terkendali, dan dari tenggorokanku keluar suara napas yang memburu. Wajahku memerah padam, dan kedua kakiku mulai lemas. Rasanya terlalu nyaman, hasrat dalam tubuhku melonjak gila-gilaan.Aku mencengkeram seprei dengan kuat untuk melawan rasa geli yang luar biasa ini. Disentuh bagian itu oleh lawan jenis dengan tangan kosong benar-benar memalukan. Namun, di balik rasa malu itu tersembunyi gairah. Aku justru ingin sang dokter berbuat lebih kasar lagi."Nggak, jangan .... Dokter, aku sudah nggak kuat lagi, jangan masuk lebih dalam lagi." Aku berbicara dengan susah payah sambil terengah-engah. Rasanya setiap sel di tubuhku seperti diperas dan meledak seketika."Bagian ini memang sangat sensitif. Untuk menyelesaikannya, aku harus menggunakan metode khusus."Metode khusus? Sebelum aku sempat bereaksi, tiba-tiba terasa sentuhan lembut dan basah menyapu sepanjang celahku, meluncur naik turun dengan perlahan.Ini ... lidah?
Read more