Masuk"Nggak ... jangan, bagian bawahku sudah nggak muat lagi, huhuhu!" Di atas ranjang pasien, aku menunggingkan bokongku yang putih bersih. Dokter sedang membantuku memeriksa masalah gangguan gairah parah yang kuderita. Namun, dia seolah sedang mempermainkanku. Telapak tangannya tak henti meremas bokong kencangku, bahkan memasukkan jarinya ke dalam. Semakin aku memohon ampun, dia tampak semakin bergairah. Tak tahan lagi, aku menoleh ke belakang. Siapa sangka, dia bukan dokter! Bukankah dia itu dosenku? Detik berikutnya, dia mendesak maju ke arahku dengan kasar!
Lihat lebih banyakMelihat ekspresinya benar-benar membuatku merasa puas. Dengan sopan aku menyapa "Halo, Ayah," lalu mengulurkan tangan. Tatapannya terpaku padaku. Gerard mengingatkannya, "Ayah sedang melamun apa sih? Lidia mau salaman." Barulah dia menjabat tanganku.Aku mengaitkan jariku di telapak tangannya. Dia seperti tersengat listrik dan segera menarik tangannya kembali. Di atas meja, semua orang menjaga wibawa, tapi di bawah meja ceritanya berbeda. Aku mulai menyentuhkan kakiku dari ujung celananya, terus menggesek hingga ke pahanya. Jakunnya terlihat naik turun. Saat aku bersiap menggunakan jari kaki yang lincah untuk membuka gesper ikat pinggangnya, dia tidak tahan lagi."Aku ke kamar mandi sebentar." Aku bisa melihat dengan jelas dia mulai "bereaksi". "Sayang, aku juga mau ke kamar mandi."Begitu sampai di area toilet, dia keluar. Tanpa sepatah kata pun, dia menekanku di atas wastafel dan mencengkeram leherku. "Kenapa harus kamu? Apa yang sebenarnya kamu lakukan pada anakku yang polos?
Aku tidak menyangka Pak Gilion akan menggunakan kata-kata sekotor itu untuk menghinaku. Kepalaku berdengung, kosong seketika. Bagaimana mungkin dia begitu kejam? Aku memberikan seluruh cintaku padanya, tapi dia hanya menganggapku sebagai mainan. Bahkan, aku hanyalah salah satu dari sekian banyak gadis yang pernah dia permainkan.Aku pernah berpikir bahwa dia mungkin tidak mencintaiku sedalam aku mencintainya, tapi aku tidak menyangka kenyataannya seburuk ini. Aku pun pergi dengan jiwa yang hancur, sementara di luar tiba-tiba hujan turun dengan deras.Aku patah hati lagi. Namun kali ini, aku tidak ingin mengemis cinta dengan hina, tidak ingin mabuk karena sedih, ataupun murung. Sampah seperti dia tidak layak menerima setetes pun air mataku.Aku menggunakan sisa waktu yang ada untuk mengejar pelajaran yang sempat terbengkalai. Untungnya, dasar pendidikanku cukup kuat, sehingga nilaiku akhirnya bisa mengejar. Aku harus menjadi sukses. Aku harus membalas dendam dengan kejam pada pria
Ada pepatah yang mengatakan bahwa jalan menuju hati wanita adalah melalui "jalur" itu. Dan karena hanya Pak Gilion yang pernah memasukiku, aku menjadi sangat setia padanya. Dia tahu persis aku sangat mencintainya, tapi dia menggunakan kata "putus" untuk mengancamku.Namun kali ini, entah mengapa aku tidak luluh. Dia selalu merasa di atas, menginjak-injakku, menginjak-injak perasaanku, dan harga diriku. Apa dia benar-benar mencintaiku? Dia memang pandai berucap manis, tapi aku tidak yakin itu tulus. Dia memiliki pengalaman sosial yang luas, berbeda dengan pemuda seumuranku yang emosinya tertulis jelas di wajah. Pria yang menyukaiku akan tersipu saat melihatku, tapi Pak Gilion? Aku menyadari bahwa aku sama sekali tidak bisa mengerti dia.Dia tidak menginginkanku lagi. Kami pun putus. Aku tetap merindukannya. Aku benar-benar tidak punya harga diri. Aku merasa seperti gadis jalang yang mengemis pada orang lain untuk dipermainkan.Setelah berpisah dari Pak Gilion, aku merasa penyakitk
Aku bercerita banyak padanya. Aku mengaku bahwa hari itu di rumah sakit, aku benar-benar menginginkannya. Aku jatuh cinta pada kekasaran dan kebuasannya, dan ingin melakukannya dengan sungguh-sungguh bersamanya. Mungkin dengan melakukannya sekali saja, penyakitku akan sembuh dengan sendirinya.Kami pun menjalin hubungan. Pak Gilion sangat baik padaku, setiap hari dia membelikanku makanan enak. Aku menjalani hari-hari dengan perasaan mabuk kepayang dalam kemanisan cinta. Tentu saja, Pak Gilion juga sangat terobsesi dengan tubuhku, dia tampak sangat rakus akan setiap inci kulitku. Tenaga Pak Gilion juga luar biasa. Setiap kali bersamanya, dia membuatku merasa melayang dalam kebahagiaan.Aku juga bisa merasakan dengan jelas bahwa sejak Pak Gilion memuaskanku, aku tidak lagi merasa tersiksa seperti dulu. Jika dulu aku merasa malu karena gesekan saat berjalan, sekarang aku sudah bisa memakai rok dengan percaya diri. Saat naik kereta bawah tanah pun, penyakitku tidak lagi kumat hanya
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.