Mendengar kelembutan dan kegelisahan dalam suara Zior, Dilla hanya merasa perasaan sesak di dadanya seketika lenyap. Dia tertawa pelan sebelum berkata, "Nggak apa-apa. Aku nggak selemah itu. Ini cuma rumor, aku bisa menanganinya sendiri.""Baik."Melihat suasana hatinya masih baik, hati Zior yang semula tegang akhirnya sedikit lega. Dia sebenarnya tidak ingin menutup telepon, tetapi juga tidak tahu harus mengatakan apa lagi saat ini. Suasana di antara mereka tiba-tiba menjadi sunyi.Dalam keheningan yang panjang itu, Dilla seolah bisa mendengar napas Zior yang pelan lewat telepon. Pada akhirnya, Dilla yang duluan berkata, "Zior, terima kasih."'Walaupun aku nggak bakal gimana-gimana hanya karena rumor nggak berdasar itu, tapi terima kasih atas perhatianmu.'Kalimat terakhir itu dia tambahkan dalam hati. Setelah itu, Dilla buru-buru menutup telepon.Di sisi lain, Zior memegang ponsel yang sudah terputus sambungannya. Dia hanya merasa waktu berlalu begitu cepat. Seandainya waktu bisa ber
Read more