"Ayah, Ibu, aku sudah pertimbangkan. Aku bersedia pulang untuk mewarisi bisnis keluarga."Mendengar putri mereka akhirnya mau mengalah, orang tua Dilla Safira yang berada di seberang telepon langsung sangat gembira. Namun, ketika teringat pacar yang selama ini dia kencani dengan menyembunyikan identitasnya, mereka akhirnya bertanya, "Terus pacarmu itu bakal pulang sama kamu? Kamu juga belum kasih tahu dia tentang identitasmu yang sebenarnya, 'kan?""Nggak. Aku akan putus dengannya." Saat menyebut nama Vino, suara Dilla tanpa sadar menjadi lebih pelan. "Seminggu lagi, aku akan menyelesaikan semua urusanku di sini."Setelah mengobrol beberapa kalimat lagi, Dilla menutup telepon dan memasukkan ponselnya ke dalam tas, lalu kembali ke ruang privat.Di dalam ruangan itu ada banyak orang dan sangat ramai. Suara percakapan sempat berhenti sejenak ketika dia mendorong pintu dan masuk, tetapi Dilla seolah tidak menyadarinya. Dia langsung berjalan ke sisi Vino dan duduk di sampingnya.Vino yang s
Baca selengkapnya