Hari sudah berganti, dan Ardian masih belum menemukan jejak sang istri. Orang-orang suruhannya belum berhasil melacak keberadaan Melan. Meski begitu, Ardian tidak tinggal diam. Ia terus mencari informasi tentang perempuan misterius itu sendiri."Ini kopinya, Tuan." Suara Bi Tin berhasil membuyarkan lamunan Ardian."Makasih," ucap laki-laki itu singkat.Bi Tin mengangguk, tapi belum lekas pergi. Ia masih berdiri di samping sofa yang majikannya duduki."Ada apa, Bi?" tanya Ardian heran."Uhm ... apa sudah ada kabar tentang Nyonya, Tuan?"Jujur saja, Bi Tin kesulitan tidur karena terus teringat Melan. Sungguh perempuan malang. Hidup sebagai yatim piatu, lalu malah menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak mencintainya."Belum."Bi Tin mengangguk singkat. Namun, masih ada satu pertanyaan yang mengganjal di hatinya. "Maaf, Tuan. Kenapa Tuan gak membolehkan Nyonya pergi? Bukannya karena itu, Tuan bisa menikah—""Ada sesuatu yang gak harus semua orang tahu, Bi," potong Ardian. "Termasu
Last Updated : 2026-04-11 Read more