Malam kian merayap pekat, membungkus ibu kota dengan pendar lampu-lampu kristal yang mulai menyala di dalam bangunan-bangunan tepi jalan. Di saat Sarah tengah bersama dengan Arif di cafe itu, di tempat lain, Baskoro bersama istrinya juga duduk berbincang dengan keluarga Arif di sebuah restaurant mewah. Mereka sibuk membicarakan soal perjodohan antara Sarah dengan Arif. Sesekali, obrolan mereka juga diiringi dengan canda tawa yang membuat hubungan antar dua keluarga itu semakin dekat.Namun tidak bagi Sarah. Di cafe, ia duduk mematung, berhadapan dengan Arif. Ia melipat jemarinya di bawah meja demi menyembunyikan getaran hebat yang menyerang tubuhnya. "Hmmm, Arif, aku merasa pusing dan tidak enak badan. Apa kita bisa pulang sekarang?" ucap Sarah sebelum menghabiskan makanannya.Wajah Arif yang tadinya dipenuhi dengan senyuman, kini tiba-tiba berubah. "Tapi makananmu belum habis, Sar. Susu mu juga belum tersentuh," "Aku tahu, tapi aku benar-benar tidak enak badan," ucap Sarah sembari
Read more