Samuel mengangkat kepalanya, lalu menatap Reno dengan mata berbinar. Ia yang mengira Reno akan marah kepadanya, ternyata malah mendukungnya untuk memiliki Maya. "Kamu... kamu serius, Ren?" tanya Samuel seolah tak percaya. "Aku serius, Samuel. Jika kamu memang menyukai Maya, maka kamu perjuangkan dia. Jaga dia baik-baik. Dia sudah banyak menderita selama ini," ucap Reno dengan nada penuh wibawa. "Tapi, Ren... Bagaimana dengan Adrian? Dia sekarang sudah berubah, dan aku yakin dia pasti tidak mau melepaskan Maya," tanya Samuel menyuarakan ketakutan terbesarnya. Reno menghembuskan asap rokoknya perlahan ke udara malam, menatap pendar lampu taman yang memantul di air kolam. Sorot matanya yang tadi sempat melembut kini kembali menajam, namun bukan karena marah kepada Samuel, melainkan karena memikirkan takdir rumit kakaknya. "Adrian memang kakak kandungku, Sam. Dan ya, dia sudah hancur dan sekarang sadar setelah tahu kebenaran yang sebenarnya," Reno menjeda kalimatnya, lalu menoleh
Baca selengkapnya